Tampang Itu Perlu

Panjul hampir selalu miskin. Dan ia  tidak  pernah mengeluh. Tapi, suatu hari istrinyalah yang mengeluh tentang keadaan mereka yang miskin.

“Tapi aku mengabdi kepada Allah saja,” kata Panjul menjawab keluh kesah istrinya.

“Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah saja,” kata istrinya.

Panjul kemudian langsung ke pekarangan, seraya bersujud dan berteriak keras-keras.

“Ya Allah, berilah hamba upah seratus keping per- ak!” berulang-ulang Panjul teriakkan pintanya itu.

Tetangganya yang mendengar do’a panjul berniat mempermainkannya. Ia melemparkan seratus keping perak ke kepala Panjul. Tapi ia kaget waktu Panjul membawa lari uang itu ke dalam rumah dengan gem- bira, sambil berteriak. “Hai, aku ternyata Wali Allah. Ini upahku dari Allah.”

Sang tetangga menyerbu rumah Panjul, meminta kembali uang yang baru dilemparkannya.

“Aku memohon kepada Allah, dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Allah.” Jawab Panjul .

Tetangganya marah, ia mengajak Panjul mengha- dap kepada Hakim wilayah itu. Panjul tak habis akal. Ia berkelit, “Aku tidak pantas ke pengadilan dalam

keadaan begini. Aku tidak punya kendaraan dan pa- kaian bagus. Pasti hakim berprasangka buruk pada orang miskin.”

Sang tetangga kemudian meminjamkan motor dan pakaian bagus.

Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Panjul segera mengadukan perkara yang ter- jadi di antara mereka ke muka hakim.

“Bagaimana pembelaanmu?” tanya hakim pada Pan- jul.

“Tetangga saya ini gila, Tuan Hakim.” Kata Panjul. “Apa buktinya?” tanya hakim kemudian.

“Tuan Hakim bisa memeriksanya langsung. Ia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan, misalnya tentang pakaian bagus yang saya kenakan ini dan motor yang saya kendarai sampai sini, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi pula uang saya.”

Dengan kaget sang tetangga berteriak, “Tetapi itu semua memang milikku!!!!”

Bagi sang hakim, bukti-bukti sudah cukup. Perkara putus. Dan Panjul melenggang dengan senyum penuh kemenangan. Tampang memang perlu. Hahaha… Batinnya. (Raihan Alam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *