Sejarah Panjang POSDA

POSDA X (Pekan Olahraga, Seni, dan Dakwah Al-Ishlah) resmi dibuka pada Jumat (8/9/23) kemarin oleh Ustadz Habib Chirzin, salah satu Staf Pembinaan Santri Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Kegiatan ini adalah salah satu acara besar di Ponpes Al-Ishlah. Kegiatan tahunan ini berisi berbagai perlombaan yang dapat mengasah kemampuan santri dalam berbagai bidang, baik dalam bidang seni, olahraga dan juga dakwah. Hingga tahun 2023, acara ini tercatat telah 10 kali diselenggarakan.

Sejarah POSDA

POSDA pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013. Sesuai yang disampaikan Ustadz Chrizin dalam Pembukaan POSDA X. “POSDA ini dimulai tahun 2013 dan pada tahun ini merupakan yang ke-10,” ujar guru Mapel Geografi tersebut.

Pada tahun 2013 sudah terdapat acara serupa POSDA yang berisi banyak lomba. Tetapi dengan nama yang selalu berganti tergantung nama ketua OPPI yang menjabat saat itu.

“Dulu sudah ada acara seperti POSDA. Banyak perlomban, tetapi belum resmi dan namanya berubah menyesuaikan Ketua OPPI-nya, semisal Amircup pada tahun 2013/2014. Karena ketua OPPI waktu itu namanya Amir,” ujar Hermawan Toti selaku alumni Al-Ishlah tahun 2018.

Hal ini juga dibenarkan oleh Ustadz Masyfuk Harismawan, salah seorang yang ikut andil dalam penggagasan POSDA. Adanya acara POSDA dilatar-belakangi oleh semangat OPPI pada tahun 2013 untuk membuat acara serupa PONSEL, yang dapat melibatkan seluruh santri Al-Ishlah.

PONSEL (Pekan Olahraga dan Seni MA Al-Ishlah)

POSDA dan PONSEL merupakan acara yang serupa, bedanya PONSEL hanya melibatkan siswa MA al-Ishlah. Beranjak dari semangat tersebut OPPI tahun 2013, menurut Ustadz Masyfuk, menggagas acara POSDA tersebut. “Kami ingin membuat acara olahraga yang mirip PONSEL dengan melibatkan seluruh santri, bukan santri MA al-Ishlah saja. Maka disepakati untuk mengadakan pekan olehraga pula,” ujar guru Bahasa Inggris itu.

Pada awal pengajuan kegiatan tersebut, mengalami sedikit kendala, karena terdapat kesamaan dengan kegiatan PONSEL. “Sempat ditolak sama pembina karena sudah ada acara PONSEL, kenapa mau buat lagi?,” ujar Ustadz Masyfuk.

“Kami bermusyawarah lagi untuk mematangkan konsep. Kami sepakat memberi penekanan lomba yang sesuai dengan nilai pondok, yakni dakwah. Sebab memang saat itu terdapat lomba pidato yang mencerminkan nilai kepondokan. Dari situ muncullah nama POSDA,” tutur pelatih basket tersebut. Maka dengan persetujuan para pembina disepakati adanya POSDA sebagai kegiatan resmi.

POSDA 2013

Menurut Ustadz Masyfuk, penyelenggaraan POSDA pertama kalinya benar-benar menguras ide penyelenggaranya. Sebab, kala itu tidak ada kiblat yang menjadi acuan untuk melakukan sesuatu.

“Waktu itu POSDA pertama, jadi kami benar-benar mencurahkan kreatifitas kami. Memang susah, karena tidak ada contoh sebelumnya, sehingga murni dari kreatifitas kami. Memang juga agak susah untuk mendapat perlengkapan kala itu, sehingga kami harus benar-benar kreatif,” tuturnya.

Menanggapi kegiatan POSDA pertama, Ustadz Chirzin mengatakan bahwa kegiatan tersebut berjalan meriah. “POSDA pertama berjalan meriah, konsepnya benar-benar matang karena mereka secara kreatif berpikir sendiri, tidak punya benchmarking utk dijadikan acuan,” ujar Ustadz Chirzin.”

Memang dari segi perlombaan, lomba pada tahun itu hanya lomba ringan. Semakin tahun lombanya semakin variatif dan menarik,” tanggap Ustadz Masyfuk. Dalam perkembangannya POSDA mengalami pasang surut, dan mengalami kemajuan sesuai perkembangan zaman.

Reporter: Abdullida Avant

Editor: Fani Firda Yuniarti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *