SEJARAH G30S PKI: SEBAGAI WAWASAN SANTRI

           

Gerakan 30 September oleh PKI atau disebut G30S PKI. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1965, 20 tahun setelah Indonesia merdeka. Atas pimpinan DN Aidit yang ingin merubah ideologi bangsa menjadi paham komunis. Mereka menyiksa para Jendral dan membunuhnya, karena saat itu presiden Soekarno sedang sakit. Kemudian jasadnya di dimasukkan kedalam lubang buaya yang bertempat di Jakarta Selatan. Para tentara mengakui adanya lubang buaya karena adanya tanda pohon pisang yang telah mati berdiri tegak. Itulah sedikit rangkuman dari cerita G30S PKI.

            Seperti tahun-tahun lalu, para santri Al-ishlah diperlihatkan film G30S PKI yang biasanya di gelar di lapangan STIQSI. Kini acara digelar di masjid, dikarenakan adanya suatu kendala. Tak kalah seru, mereka tetap berantusias dengan adanya acara ini. “Mereka sangat senang dengan adanya acara ini, sebagian ada yang bosan, mungkin karena mereka menonton G30S PKI setiap tahunnya.“ Ujar Adilah Hanifah selaku ketua bagian pengajaran. Acara ini digelar pada hari Kamis malam (14/10/21) mengingat terjadinya peristiwa ini. Dengan bacaan basmallah yang dipimpin oleh Queen Anisa selaku panitia pelaksanaan dan atas binaan para ustadzah. Pelaksanaan acara ini mundur karena adanya beberapa kendala, diantaranya masih berlansungnya pelaksanaan ujian semester. “Acara ini bertujuan untuk memperlihatkan peristiwa G30S PKI Agar para santri dapat mengambil nilai-nilai yang baik seperti kegigihan para pahlawan, kuatnya hati para istri tentara, dan lain-lain.” Tuturnya. Adapun evaluasi yang diungkapkan oleh Adila, bahwa kurangnya bekerjasama antar bagian, sehingga terjadinya kesalah pahaman antar anggota bagian. Acara ini usai pada pukul 22:07 WIB. (Aul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *