Santri Madin Al-Ishlah Wustho Jalani Hari Pertama Ujian Tulis

Santri Pondok Pesantren Al-Ishlah tingkat SMP mulai menjalani Ujian tulis kepondokan Semester 1 Tahun ajaran 2022/2023. Setelah dua hari kemarin diawali dengan ujian lisan kepondokan, mulai hari ini (29/11) sampai hari Sabtu (3/12) santri akan menjalani ujian tulis.

Ujian tulis kepondokan tingkat SMP dilaksanakan selama lima hari, dengan rata-rata tiga mata pelajaran yang diujikan per harinya. Setiap mata pelajaran, santri memiliki waktu mengerjakan selama 60 menit.

Waktu tersebut cukup bagi santri yang telah persiapan. Namun, menjadi tidak cukup bagi yang kurang persiapan.

Alhamdulillah bisa, Ustadz.” jawab Farrel Deva, santri kelas 3, yakin ketika ditanya apakah bisa menjawab soal ujian Nahwu yang baru saja dikerjakannya.

Selama musim ujian, santri-santri setiap waktu pasti akan membawa buku kemana-mana: mengantri tabungan, ke ruang telepon, ke koperasi, dll.

Setiap malam pun sudah diatur agenda wajib untuk mereka belajar di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Tidak ada yang boleh berada di kamar.

Ujian tulis kepondokan tingkat SMP dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi, pukul 07.30-11.00, untuk kelas 1 & 2 dengan 24 ruang ujian. Sesi siang, pukul 12.30-16.15, untuk kelas 3 dibagi menjadi 10 ruang.

Santri Pondok Pesantren Al-Ishlah sangat tenang dalam mengerjakan soal ujian. Tidak ada berani untuk menyontek. Karena sejak dahulu sudah dibiasakan untuk mengedepankan kejujuran dan percaya pada diri sendiri.

Apabila ada yang melakukan kecurangan, maka ustadz/ustadzah pengawas ruang ujian akan menyita kertas jawaban dan mengeluarkan santri yang melanggar dari ruang ujian.

“Lebih baik nilai kecil tetapi jujur hasil sendiri, daripada nilai bagus tetapi hasil nyontek.” begitu kira-kira yang selalu diucapkan oleh KH Muhammad Dawam Saleh, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Santri-santri sedang khusyuk mengerjakan soal ujian kepondokan

Setiap apel ujian hari pertama santri-santri juga selalu diberi arahan untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran, mempersiapkan diri, meningkatkan membaca buku pelajaran, dan juga berdoa.

Ust Abd Kholiq S, kepala Madin Al-Ishlah Wustho, menyampaikan pesan di depan santri-santri bahwa menjalani ujian tidak hanya mengharap nilai yang baik tetapi juga mendapatkan keberkahan.

Kontributor: Azka F
Editor: Afi
Foto: Azka F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *