Perihal Islam, Iman dan Ihsan #4

Oleh The Voluntaryst (Tim Pencatat Kuliah Subuh)

(Disadur dari Kuliah Subuh Kiai Dawam Saleh: Bagian Empat)

Kamis, 19 Agustus 2021/10 Muharam 1443 H

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

قَبْلَ الْبَيَانِ عَنْ أَرْكَانِ الْإِسْلَامِ، سَنُبَيِّنُ أَوَّلًا عَنْ أَرْكَانِ الْإِيْمَانِ

Sebelum masuk pada keterangan tentang rukun-rukun Islam, kita akan menerangkan terlebih dahulu tentang rukun-rukun iman. Karena Islam adalah praktiknya, sedangkan iman adalah landasan kepercayaannya.

Jadi sebelum seseorang mengamalkan sesuatu dimulai dari hati dan pikiran. Iman itu berasal dari kata-kata “آمَنَ-يُؤْمِنُ-إِيْمَانًا وَمُؤْمَنًا-فَهُوَ مُؤْمِنً-وَذَاكَ مُؤْمَنٌ-آمِنْ-لَا تُؤْمِنْ-مُؤْمَنٌ/مُؤْمَنٌ”. Kata “آمَنَ” itu berasal dari kata “أَمِنَ-يَأْمَنُ” yang artinya aman.

Kalau kemarin Islam memiliki beberapa arti yaitu selamat, sehat dan berserah diri. Iman itu dari kata-kata aman. Kemudian kalau “آمَنَ” itu berarti menjadikan aman. Ia memiliki dua arti, pertama percaya dan yang kedua menjadikan aman.

Contohnya begini, kalau kamu percaya bahwasanya nanti di jalan akan ada mobil lewat, meskipun sekarang tidak terlihat ada, namun karena percaya maka kamu tidak berani duduk-duduk atau tiduran di tengah jalan. Karena kamu percaya kalau melakukannya akan tertabrak atau terlindas mobil.

Seperti itulah iman. Menjadikan kita aman, tidak berani melakukan hal yang membahayakan seperti itu. Kalau kamu mencuri nanti akan ketahuan, bisa dilempar orang, dipukul, bahkan dibunuh, dimasukkan penjara atau ditembak. Kalau tidak ketahuan, karena kita mempunyai iman, Allah pasti tahu.

Iman itu satu kata yang berasal dari kata aman. Sebenarnya aman dalam bahasa Arab itu “أَمِنَ-يَأْمَنُ”, subjeknya “آمِنٌ” yaitu orang yang aman. Sedangkan kalau “آمِيْنٌ” (dengan bunyi a panjang dan mim panjang) artinya adalah “اللّهُمَّ اسْتَجِبْ” (Ya Allah, kabulkanlah). Kalau “أَمِيْنٌ” artinya yang dipercaya, tapi bisa juga bermakna yang aman, seperti dalam Al-Qur’an:

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ

dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.[1]

Anak-anak yang belajar bahasa Arab supaya tahu dan bisa membedakan, nanti kalau menjadi mubalig, dai, penceramah atau tokoh Islam di masyarakat ketika ditanya soal bahasa Arab, “Apa perbedaan antara kata ini dan itu?”, jangan sampai tidak tahu.

Ini supaya dimengerti oleh anak-anak bahwa setiap kata yang berbeda dalam bahasa Arab itu ada artinya sendiri-sendiri.

Kemudian dalam iman yang digunakan adalah akal pikiran. Kalau Islam yang digunakan adalah jasad, seperti salat, haji, puasa itu memakai jasad/badan.

Iman menggunakan akal pikiran karena tidak kelihatan. Misalnya ada orang lewat, kemudian kita bertanya, apakah orang ini beriman atau tidak. Selintas itu tidak terlihat sedangkan kalau Islam, orang yang ke masjid atau membayar zakat pastilah ia orang Islam.

Seperti juga soal apakah ia percaya Hari Akhir, kitab, rasul atau tidak, selintas tidak kelihatan. Jadi iman ini alat yang digunakan adalah akal pikiran.

Kalau nanti dalam pembahasan ihsan yang digunakan adalah hati/kalbu. Tentu keseluruhannya akal, hati dan tubuh digunakan dalam soal iman, Islam dan ihsan, tetapi secara garis besarnya demikian.

Iman itu percaya kepada enam hal sedangkan Islam melakukan lima hal. Percaya itu ada dalam akal pikiran saja. Keenam hal itu adalah percaya kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, Hari Akhir dan takdir Allah (qadarullah). 

Orang yang percaya disebut mukmin (مُؤْمِنٌ). Bentuk ismul fail dari “آمَنَ-يُؤْمِنُ” (percaya). Kata “آمِنْ” artinya percayalah. Kalau objeknya jamak menjadi “آمِنُوْا”, berimanlah kamu semua.

Bahasa Inggris sering disebut believe in, bukan believe to, artinya percaya kepada. Begitu juga dalam bahasa Arab tidak menggunakan “آمَنَ إلى”, tetapi “آمَنَ بِ”. Jadi dalam bahasa Inggris itu believe in God, believe in angels, believe in books of Allah, believe in messengers, etc.

Baik, demikianlah.

     وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


[1] Al-Qur’an, 95: 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *