Perihal Islam, Iman dan Ihsan #3

Oleh : The Voluntaryst, Tim Pecatat Kuliah Subuh

(Disadur dari Kuliah Subuh Kiai Dawam Saleh: Bagian Tiga)

Senin, 18 Agustus 2021/9 Muharam 1443 H

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Islam (الْإِسْلَامُ) berasal dari kata-kata tashrif “أَسْلَمَ-يُسْلِمُ-إِسْلَامًا وَمُسْلَمًا-فَهُوَ مُسْلِمً-وَذَاكَ مُسْلَمٌ-اَسْلِمْ-لَاتُسْلِمْ-مُسْلَمٌ/مُسْلَمٌ”. Yang juga dari kata-kata “سَلِمَ-يَسْلَمُ”. Sehingga kata “الْإِسْلَامُ” bisa bermakna dua yaitu selamat atau menyelamatkan dan yang kedua berarti menyerahkan diri.

Sebagai contoh, “أَنَا أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَى اللهِ” (Saya menyerahkan diri kepada Allah). Sebenarnya ada makna yang ketiga dari “سَلِمَ” yaitu sehat (السَّلِيْمُ). Anak-anak yang setiap hari sering kali mendengar kata Islam, jika ada pertanyaan, darimana asal-usul katanya? Ini perlu diketahui melalui pembelajaran bahasa Arab. Bisa berarti selamat, sehat atau menyerahkan diri. Seperti bunyi mahfuzat berikut:

الْعَقْلُ السَّلِيْمُ فِيْ الْجِسْمِ السَّلِيْمِ

“Akal yang sehat ada pada badan yang sehat.”

Kemudian kalau selamat itu “سَالِمٌ” sedangkan sehat itu “سَلِيْمٌ”. Kata-kata “أَسْلَمَ-يُسْلِمُ-إِسْلَامًا” itu artinya dua, bisa menyerahkan diri dan menyelamatkan. Kata Islam atau muslim itu lebih banyak berarti menyerahkan diri kepada Allah.

Kemudian kata-kata “سَلَّمَ-يُسَلِّمُ-تَسْلِيْمًا-تَسْلِمَةً-تَسْلَامًا-تِسْلَامًا-مُسَلَّمًا-فَهُوَ مُسْلِمٌ-وَذَاكَ مُسَلَّمٌ-سَلِّمْ-لاَتُسَلِّمْ-مُسَلَّمٌ/مُسَلَّمٌ” juga ada dua artinya, yaitu menyelamatkan dan menyerahkan. Kemudian kalau “سَلَّمَ عَلَى” itu mengucapkan assalamu’alaikum (salam). Misal, “أُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ” (Saya mengucapkan salam kepadamu).

Yang paling pokok kenapa memakai kata Islam adalah tentang menyerahkan diri hanya kepada Allah, bukan yang selain-Nya, kemudian menyelamatkan dirinya, selamat lahir dan batin, dunia dan akhirat, selain itu kita juga akan sehat secara akal, pikiran dan jasmani. Bukan main hebatnya Islam.

Secara garis besar ketika Rasulullah Saw. ditanya oleh malaikat Jibril, dalam hadis digambarkan sebagai seorang laki-laki yang berambut sangat hitam, pakaiannya sangat putih bertanya, “Ya Muhammad, apa itu Islam?”.

Disebutkan kalau Islam itu engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadan dan pergi haji ke Makah kalau bisa mengadakan perjalanan ke sana.

Islam dalam bahasa Arab itu isim masdar, kemudian dalam ilmu saraf orang yang berislam itu namanya muslim, kalau perempuan muslimah. Sebagaimana berikut dalam bahasa Arab, “مُسْلِمٌ-مُسْلِمَانِ-مُسْلِمُوْنَ” (laki-laki)/” مُسْلِمَةٌ-مُسْلِمَتَانِ-مُسْلِمَاتٌ” (perempuan).

Islam ini juga hebat, kalau agama-agama lain, sering kali namanya menggunakan nama nabinya. Kalau Islam namanya bukan agama Muhammad. Misalnya, Kristen/Nasrani, berasal dari kata Nazaret yang merupakan tempat lahirnya Nabi Isa a.s.

Sedangkan Yahudi, berasal dari nama salah seorang anak dari Nabi Yakub a.s. Kemudian agama Buddha, berasal dari nama seorang pendeta yaitu Siddharta Buddha Gautama. Kemudian agama Hindu, berasal dari India.

Islam tidak dinamakan agama Quraish, agama Mekah, agama Arab atau agama Muhammad, tetapi agama Islam. Apa arti dari Islam? Menyerahkan diri, menyelamatkan diri, menyehatkan diri. Itulah arti dan kehebatan istilah Islam.

Dalam Al-Qur’an ternyata nabi-nabi terdahulu beragama Islam. Jadi Nabi Ibrahim a.s.—nama agamanya Hanif—itu juga Islam. Maksudnya bukanlah percaya pada Nabi Muhammad Saw. (belum lahir), tetapi artinya menyerahkan diri hanya kepada Allah Swt. Di dalam Al-Qur’an dikatakan:

مَاكَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.[1]

Islam, dari kata “أَسْلَمَ-يُسْلِمُ”, itu maksudnya tauhid. Karena Nabi Muhammad Saw. belum lahir, maka bukan mengikuti syariatnya, tetapi adalah menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. karena banyak orang yang menyembah kepada selain-Nya seperti matahari, bulan, berhala-berhala.

Jadi kita masuk Islam, santri-santri, kita semuanya, harus mengerti ini. Islam (الْإِسْلَامُ) berasal dari kata “أَسْلَمَ-يُسْلِمُ”, yang bermakna memasrahkan diri, menyehatkan diri dan mengucapkan selamat.

Baik, demikianlah.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


[1] Al-Qur’an, 3: 67.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *