Perihal Islam, Iman dan Ihsan #2

Oleh: The Voluntaryst, Tim Pencatat Kuliah Subuh

(Disadur dari Kuliah Subuh Kiai Dawam Saleh: Bagian Dua)

Senin, 16 Agustus 2021/7 Muharam 1443 H

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

(Melanjutkan tentang hadis Islam, iman dan ihsan yang lalu) Seseorang yang mendatangi Rasulullah Saw. itu melanjutkan dengan bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku apa itu ihsan?”.

Berkatalah Rasulullah Saw., “Ihsan itu adalah engkau menyembah Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Ihsan is to worship Allah, as thou you’re seeing him. And while you see or not, yet truly he sees you).

Jadi yang namanya ihsan itu engkau menyembah Allah Swt. seolah-olah engkau melihat Allah Swt. di depanmu. Karena Dia tidak bisa dilihat dengan mata kepala, di dalam Al-Qur’an telah disebutkan:

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Artinya : “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”[1]

Kendati demikian, Allah Swt. mampu melihat apa-apa yang dilihat oleh mata kepala kita. Kalau engkau tidak bisa melihat, yakinlah dalam hidupmu bahwasanya Dia sedang melihatmu. Setelah itu, orang tadi menjawab, “Kamu benar, ya Rasulallah”.

Kemudian pertanyaan keempat yang diajukannya adalah, “Beritahukan kepadaku apa itu Hari Kiamat (السَّاعَةُ)?” (Tell me about what The Hour is?) Sebenarnya makna dari “السَّاعَةُ” adalah jam, tetapi maksudnya di situ adalah Hari Kiamat.

Kemudian Rasulullah Saw., “Tiadalah orang yang ditanya lebih tahu dari orang yang bertanya”. Jadi Rasulullah Saw. sendiri tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Jadi yang bertanya sama tidak tahunya atau mungkin lebih tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali.

Orang tadi lanjut bertanya, “Kalau begitu beritahu kepadaku apa tanda-tandanya (أَمَارَاتِهَا)?” Kalau dalam kata lainnya adalah “عَلَامَاتٌ” (tanda-tanda). Di sini disebutkan beberapa saja, kendati di hadis-hadis lain disebutkan lebih banyak, bahkan lebih dari sepuluh.

Rasulullah Saw. berkata: “Apabila ada perempuan yang melahirkan anak yang nantinya akan menjadi juragan/bosnya sedangkan ibunya menjadi pembantu.” Anaknya yang kaya memerintah seenaknya ibu yang telah melahirkannya.

Kemudian tanda yang kedua yaitu, “Jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak memakai pakaian saling berlomba meninggikan bangunan.” Jadi Rasulullah Saw. menggambarkan nanti akan ada orang-orang yang berlomba-lomba mendirikan gedung-gedung yang tinggi di zaman beliau paling hanya ada dua tingkat, padahal mereka penggembala kambing, tidak memakai sandal, namun pada akhirnya mereka menjadi kaya dan mendirikan gedung-gedung tinggi.

Kemudian ‘Umar r.a. tertegun melihat orang tadi, kok ada orang tiba-tiba datang kemudian bertanya, setelahnya langsung pergi tanpa mengenalkan siapa dirinya. Rasululla Saw. kemudian berkata (bertanya) pada ‘Umar: “Wahai ‘Umar, tahukah kamu siapa yang bertanya tadi?”. Ia menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” (Allah and His Messenger know best).

Rasulullah Saw. berkata: “Orang tersebut adalah malaikat Jibril yang menjelma menjadi manusia (seorang laki-laki) datang pada kamu sekalian untuk mengajarkan tentang agamamu.” (It was Gabriel who came to you to teach you about your religion).

Selanjutnya kita akan membahas banyak tentang Islam, iman dan ihsan yang harus kita mengerti, percayai dan menjadikannya sebagai sifat, kepribadian diri, untuk menjadi pribadi yang bagus karena mengerti Islam, iman, ihsan dan takut pada Hari Akhir.


[1]  Al-Qur’an, 6: 103.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *