PENTAS SENI 2021; Hibridasi Budaya dan Dakwah

Pentas Seni (PENSI) adalah acara yang diadakan setahun sekali guna menyambut santri dan santriwati baru di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Acara ini tidak hanya menampilkan pergelaran seni tetapi juga memiliki unsur-unsur dakwah di dalamnya seperti; Drama bahasa Arab dan bahasa Inggris yang menceritakan perjuangan santri dalam menuntut ilmu yang nantinya ilmu tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.


Pentas Seni 2021 (29/7) mengusung tema “Indonesian Culture and History Scenery”, tema ini diambil dengan motif agar para santri mempunyai perspektif yang baik sehingga dapat menghibridasi kebudayan indonesia dengan kemajuan dan teknologi yang berkembang pesat, hal ini dilakukan dengan menelusuri sejarah kebudayaan indonesia yang menjadi identitas bangsa tentunya juga dapat mencerabut unsur-unsur kebudayaan untuk disampaikan dengan gaya yang lebih modern dan relevan.


Tema yang diambil tentunya berpengaruh signifikan dalam menentukan variasi penampilan, pada Pentas Seni 2021 sedikitnya menampilkan 9 pertunjukan; Grand Opening, Vocal Grup, Puisi kolosal, Drama Arab dan Inggris, Drama kabaret, Saman Dance, Nusantara Dance, Drama Aksi dan Pantomim. Begitu juga dengan dekorasi panggung yang berbeda, mulai dari background yang berbentuk candi serta taman yang menampilkan kesan subur dengan air pancur dan ornamen yang didominasi berwarna hijau.


Kelancaran acara tentunya tidak lepas dari pengaturan waktu latihan di sela-sela kesibukan rutinitas santri dan tiga gladi yang dilakukan para santri sebelum PENSI 2021 diadakan, Zahid selaku salah satu pembina OPPI 2021, mengapresiasi dengan baik tema PENSI tahun ini, ia beranggapan tema yang diangkat, bagus, unik, dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, eksekusi dari panitia juga berpengaruh terhadap berhasilnya PENSI tahun ini. “Bagaimana mengkolaborasikan antara budaya kita dengan perkembangan zaman, itu yang menjadi nilai plus pada PENSI 2021 kali ini,” jelasnya ketika wawancara.(KEA)