Pemilu Ketua OPPI Periode 2022/2023

Pagi ini, seluruh santri Ponpes Al-Ishlah melangsungkan pemilu ketua OPPI 2022/2023. Sebelum memilih, usai shalat subuh berjamaah di Masjid Jami’ Al-Ishlah, mereka mendapat taujiihaat (pengarahan-pengarahan) dari ustadz Abdul Khaliq tentang kriteria pemimpin yang baik.

Ustadz Khaliq memberikan taujiihaat, bahwasannya empat sifat dasar yang harus dimiliki oleh pemimpin ada 4, yakni shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fatonah (cerdas). Seperti nilai-nilai yang diajarkan di pondok, nasihat-nasihat dari Kiai Dawam Saleh, sifat-sifat pemimpin tersebut harus ada dalam diri santri. Sebab masing-masing dari individu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.

Untuk itu, penting sekali bagi santri mengerti dan memahami tentang siapa yang pantas dipilih sebagai pemimpin. Supaya mereka tidak asal memilih, karena makmur atau tidaknya umat tergantung pada siapa yang memimpin.

Ustadz Khaliq berpesan agar santri Ponpes Al-Ishlah bisa memilih seorang pemimpin yang saleh dan adil tentunya. Karena jika suatu kaum yang terdiri dari orang-orang saleh, maka pasti mereka akan memilih pemimpin yang shaleh pula.

Taujiihaat pun ditutup dengan doa bersama. Siapapun yang akan terpilih nantinya, semoga ia bisa mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Usai taujiihaat, seluruh santri segera bergegas menuju kamar untuk melakukan pemilu. Mereka harus memilih dua kandidat dari 14 pilihan kandidat. Sebelumnya, 14 kandidat tersebut sudah melalui proses penyaringan yang ketat oleh pembina Ponpes Al-Ishlah.

Dari 14 kandidat tersebut, nantinya akan terpilih tujuh kandidat, baik putra maupun putri. Kemudian nanti malam, ketujuh kandidat itu akan mengikuti proses sidang formatur bersama seluruh pembina Ponpes Al-Ishlah. Untuk memusyawarahkan siapa yang nantinya akan terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OPPI 2022/2023.

Dari pemilu di pondok ini, santri Ponpes Al-Ishlah pun belajar memilih pemimpin yang baik. Seperti sifat-sifat terpuji yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena kelak ketika mereka terjun di masyarakat, mereka bisa menjadi pioner, bahkan karder pemimpin yang baik bagi bangsa dan negara berkat nilai-nilai kepondokan yang mereka dapatkan selama mondok di Al-Ishlah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *