Pekapontren Kemenag Lamongan Hadiri Pelantikan OPPI Putri Periode 2022/2023

Sebagaimana pada umumnya umumnya, setiap pondok pesantren selalu memiliki struktur kepengurusan. Karena dari pengurus ini, seluruh santri bisa tertib disiplin menjalankan peraturan yang ada di pondok serta mengamalkan nilai-nilai kepondokan.

Begitu juga di Ponpes Al-Ishlah, terdapat organisasi pengurus yang biasa disebut OPPI (Organisasi Pengurus Pondok Pesantren Al-Ishlah) yang setiap tahunnya akan terus mengalami pergantian. Baru saja, kemarin Ponpes Al-Ishlah melangsungkan acara pelantikan OPPI putra dan Putri. Untuk pelantikan OPPI putri dilaksanakan pukul 13.00 sampai 15.00 WIB di Masjid Jami’Al-Ishlah. Acara pelantikan ini merupakan acara tahunan yang tergabung dalam serangkaian kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) ke-XXXIII OPPI (Organisasi Pengurus Pondok Pesantren Al-Ishlah).

Alhamduulillah pelantikan kemarin semuanya berjalan secara khidmah dengan dipandu oleh 2 pembawa acara dari kelas 10 Aliyah, yakni Aghnia Rizki dan Khifda Dwi Masrurah. Usai pembacaan basmalah serta lantunan Ayat-Ayat Al-Qur’an sebagai pembuka dari acara ini, masuklah langsung pada acara inti, yakni pembacaan struktur OPPI oleh ustadzah Ega Maulida Najid yang terbagi menjadi 17 bagian, seperti bagian ketua, sekretaris, bendahara, walidar, keamanan, ta’lim, ta’mir, bahasa, dapur, kebersihan, kesehatan, informasi, olahraga, kesenian, kerapian dan prasarana umum.

Dengan disaksikan oleh seluruh santriwati juga para ustadz-ustadzah, para calon pengurus OPPI juga disaksikan secara langsung oleh Pengasuh Ponpes Al-Ishlah yakni Kiai Dawam Saleh.

Sebelum dilantik, Kiai Dawam Saleh mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kesiapan mereka dalam menjalankan amanah.Terdengar secara serentak dengan lantang, mereka menjawab kesiapan mereka untuk menjadi Pengurus Periode OPPI 2022/2023 dengan ikhlas, amanah dan penuh tanggung jawab. Kemudian Kiai Dawam Saleh membacakan ikrar syahadat agar diikuti oleh seluruh calon OPPI.

Selanjutnya ialah penyerahan mandat dari Ketua OPPI Periode 2021/2022, yakni Nova Della Kadita Ainun beserta wakilnya Rofahiya Husna kepada Ketua OPPI Periode 2022/2023, yakni Najwa Salsabila beserta wakilnya Alka Nadwa.

Masing-masing perwakilan dari mereka pun menyampaikan sambutan yang dibawakan dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Hal ini membuat pelantikan ini semakin luar biasa, karena sambutan bilingual ini menandakan bahwa Ponpes Al-Ishlah aktif menggunakan dua bahasa dalam kesehariannya.

Selain itu, yang menjadi pembeda antara acara pelantikan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya ialah bahwa pelantikan ini ternyata disaksikan langsung oleh bapak Ali Masduki, M., Pd. Beliau merupakan utusan dari Kementrian Agama Lamongan perwakilan dari bidang pesantren yang kebetulan saat itu sedang bersilaturahmi dengan Kiai Dawam Saleh.

Bapak Masduki pada pelantikan ini sekaligus memberikan doa serta motivasi kepada para santriwati agar kelak anak-anak disini sukses dan siap menjadi karder penerus Umat Islam.

Dalam memotivasi santriwati-santriwati, beliau mengutip pidato dari Bung Tomo saat melawan penjajah dengan melafalkan Takbir sebanyak-banyaknya. Inilah bukti, bahwasannya sebuah kepemimpinan tidaklah berhasil jika tanpa se-izin Allah SWT.

Dari Pidato Bung Tomo tersebut, beliau memberikan semangat agar anak-anak muda sekarang, seperti halnya seluruh santriwati Ponpes Al-Ishlah disini selalu optimis dalam menghadapi perlawanan.

Kiai Dawam Saleh juga memberikan semangat dan nasihat-nasihat kepada seluruh santriwati, khususnya pengurus OPPI lama dan pengurus OPPI baru. Beliau menyampaikan bahwa acara pelantikan OPPI ini adalah sebagai salah satu cara kaderisasi para penerus bangsa untuk menjadi orang yang selalu siap memimpin dimanapun berada.

Dari sekian banyak nasihat-nasihat yang Kiai Dawam Saleh sampaikan, yang paling esensial yakni dalam ujarnya “Untuk menjadi pemimpin yang sukses haruslah menerapkan nilai-nilai kepondokan, diantaranya adalah keikhlasan dalam menjalankan amanah tanpa mempertimbangkan upah, kesederhanaan dalam kebiasaan sehari-hari, pandai dalam memperluas ukhwah, kemandirian, dan ketaatan pada syari’at.”

Semoga nasihat yang telah disampaikan Kiai Dawam sangat diharapkan mampu menjadi bekal untuk menjalankan amanah dengan baik. Terlebih sebagai acuan santriwati Ponpes Al-Ishlah supaya kelak di luar mereka bisa memimpin masyarakat dengan baik.

Reporter : Yeni Ika dan Luthfia Nurmayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *