Olah Limbah Jadi Kostum Karnaval, Bukti Kreativitas Santri

Pawai budaya yang menjadi kegiatan rutinan setiap tahun di bulan Agustus kerap disebut dengan karnafal. Kegiatan ini adalah salah satu wadah setiap siswa untuk mengenalkan berbagai macam budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, sebagai wadah kreativitas siswa untuk menjadikan bahan-bahan ala kadarnya dari limbah-limbah kertas dan plastik tak terpakai sebagai aksesoris.

Kreatifitas tersebut terjadi di Ponpes Al-Ishlah. Serba-serbi kostum karnafal para santri Al-Ishlah pada hari Kamis (31/8/23) menjadi sorotan mata masyarakat. Mulai dari memanfaatkan plastik dan beberapa limbah lainnya, mereka sulap menjadi kostum karnafal.

Beberapa barisan putra ada yang menggunakan kostum daun seperti suku pedalaman, kostum plastik untuk sayap layaknya superman, membuat topeng dan replika pedang dari kardus, bahkan ada yang membuat naga dari karung dan botol. Mereka membuat kostum tersebut dengan kreatifitas sendiri meski beberapa ada campur tangan dari wali kelas.

“Ya, kami membuat naga dari karung dan botol bekas dengan gagasan dan kreatifitas kami sendiri, walau untuk kepalanya dibuatkan oleh Pak Udin (Wali Kelas 7D)”, ujar Syah Aryo Ketua Kelas 7D.

Sementara itu, di barisan putri, mereka mendesain gaun-gaun berbahan koran dan kardus dengan anggun dan eloknya. Terlebih para santriwati menggunakannya dengan sangat percaya diri laksana sedang memraktekkan fashionshow. Meski salah satu santriwati yang memakai Reuse Dress mengaku kurang nyaman memakai dress tersebut karena sering lepas pada beberapa bagian.

Meskipun begitu, mereka merasa bangga dengan memakai kostum berbahan koran tersebut. Karena merupakan hasil kreatifitas mereka bersama. “Bangga, soalnya buatnya bersama-sama. Tapi kurang nyaman soalnya lepas-lepas”, ungkap Jazline Aurel, salah seorang santriwati yang memakai Reuse Dress.

Pembuatan dress tersebut membutuhkan waktu yang singkat. Hanya 3 malam mereka menyusun gaun tersebut. Bahkan beberapa rangkaian mereka selesaikan semalam sebelumnya.

Repoter: Faiq El Meida dan Khoirun Nisa’il

Editor: Fani Firda Yuniarti

Proofreader: phzdr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *