Nasihat Perpulangan. Ustadz Dawam Shaleh: Jangan Ada Waktu Kosong

Menjelang memasuki waktu perpulangan, telah menjadi tradisi pondok pesantren Al-Ishlah untuk memberikan nasihat perpulangan untuk para santri. Dalam hal ini di sampaikan oleh pengasuh pondok pesantren Al-Ishlah, al-ustadz Muhammad Dawam Shaleh. Terdapat banyak ungkapan yang menancapkan dalam hati santri, salah satunya tentang himbauan untuk mengisi waktu yang ada.

Dalam nasihat perpulangan yang beliau sampaikan, al-ustadz Dawam menyampaikan kepada para santri supaya tetap mengisi waktu yang ada ketika liburan. Karena hakikat sebenarnya dari liburan adalah berpindah kegiatan dari kegiatan satu ke kegiatan yang lain. Maka beliau menghimbau, jangan sampai ada waktu kosong.

“Jangan ada waktu kosong, Kegiatan-kegiatan yang ada di pondok supaya tetap dilakukan. Di pondok melaksanakan puasa, maka di rumah tetap melaksanakan puasa juga. Di pondok sholat, di rumah juga tetap sholat. Di pondok makan, waktu liburan bukan berarti libur makan, tetap makan juga,” Ungkap Ustadz Dawam selaku pengasuh pondok pesantren Al-Ishlah.

Nasihat yang satu ini terbukti menancap ke hati para santri. Salah satu santri yang merasakannya adalah M. Krishnapati P, Ia mengaku bahwa ia akan berusaha melakukan nasihat itu. Salah satunya dengan membantu orang tuanya selama liburan.

“Nasihat yang bagus, dan InsyaAllah saya akan berusaha melakukannya. Biasanya saya membantu orang tua, seperti menyapu, memasak. Saya juga biasanya sering memijat orang tua saya ketika mereka lelah. Selain itu saya juga bermain hp dan bermain bersama teman saya waktu liburan,” Ujar santri asal Bogor tersebut.

Tak hanya santri yang merasakan, salah satu alumni juga menanggapi nasihat tersebut. Alumnus tersebut adalah M. Rafsanjank. Ia juga menjelaskan bahwa nasihat ini sangatlah bagus untuk diterapkan. Tetapi juga diselingi dengan refreshing diri.

“Nasihat tersebut adalah nasihat yang bagus. Tetapi namanya juga liburan, juga digunakan untuk healing merefresh pikiran. Santri yang dengar harusnya memahami hal tersebut dan tidak merasa terbebani dengan nasihat tersebut. Waktu liburan tetap diisi dengan hal-hal yang positif,” Ungkap alumnus 2022, yang sekarang melanjutkan program studinya di STIQSI Lamongan.

Dari nasihat pengasuh pondok pesantren ini, pembaca baik dari santri, alumnus, dan seluruh kalangan dapat menerapkannya. Karena nasihat ini sangatlah relevan untuk semua kalangan. Nasehat ini tentunya sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Reporter: Abdulida Avant

Editor: Azka Ziadah A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *