Muhadloroh and Mudzakarah are Back

Al-Ishlah (1/08) – Sore hari di aula ponpes Al-Ishlah diselenggarakan pembukaan Muhadloroh dan Mudzakarah. Pembukaan Muhadloroh ini sebagai pengenalan bagi santri baru tentang Muhadloroh. “Di pembukaan ini dihadirkan pidato-pidato baik dengan bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Tujuan supaya santri baru termotivasi dan bersemangat dalam Muhadhloroh”, ujar M. Ainur Rofiq selaku BESMA bagian ketakwaan tahun ini.

Faizal Abdi meyampaikan pidato berbahasa inggris. Ia menyampaikan tentang Islam is better than other religion dengan mengingatkan generasi muda sekarang. Sedangkan Haidar al-Sadullah menyampaikan pidato berbahasa Arab. Ia menyampaikan tentang ta’awun ala birri wa taqwa. Bahwa sebagai sesama teman semuslim tidak boleh membeda-bedakan dalam hal ini. QS. Maidah ayat 9.

Kegiatan yang diikuti seluruh santri MA Al-Ishlah dengan rincian kelas 10 dan 11 mengikuti Muhadhloroh sedangkan kelas 12 mengikuti mudzakarah.

Ustadz Labib Zada selaku pembina Muhadloroh MA menjelaskan tujuan dari kegiatan ini. “Bagi kelas 10 dan 11, Muhadhloroh itu sebagai latihan untuk percaya diri saat berbicara di depan penonton dan latihan membiasakan dalam menyampaikan sesuatu”, ujar Ustadz Labib Zada.

ÔÇťAdapun bagi kelas 12 adalah Mudzakarah. Kegiatan ini seperti sistem perkuliahan. Di mana santri harus membuat materi kemudian disampaikan kepada teman-temannya dan didiskusikan bersama,” imbuhnya.

Menurut Ustadz Labib Zada kegiatan ini sangat bermanfaat ketika ditunjuk di masyarakat nanti untuk berdakwah ataupun sebagai pembicara. Dengan mengutip kata Ustadz Dawam Saleh, beliau menyatakan be a good speaker and writer! Karena dengan itu kita akan dapat dikenang selamanya. Seperti presiden Soekarno dan para pahlawan zaman dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *