Mengimani Malaikat dan Korelasinya Pada Kebaikan #1

Oleh : The Voluntaryst (Tim Pencatat Kuliah Subuh)

(Disadur dari Kuliah Subuh Kiai Dawam Saleh: Bagian Satu)

Sabtu, 11 September 2021/4 Safar 1443 H

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ الإِيْمَانُ بِاالمَلَائِكَةِ

Iman kepada malaikat.

Malaikat itu selalu mendekati atau mengerumuni orang-orang yang berbuat baik, mencari ilmu, mempelajari Islam, salat, membaca Al-Qur’an dan bersedekah.

Rumah yang malaikat selalu senang mendatanginya adalah rumah yang bersih, penghuninya selalu membaca Al-Qur’an, rajin bersedekah, membantu orang lain, berbuat baik, berzikir, kemudian makanannya halal.

Malaikat juga tidak suka dengan rumah yang kotor, tidak mau masuk, yang penghuninya sering meminum minuman yang memabukkan, tidak pernah membaca Al-Qur’an, di dalamnya ada patung disembah-sembah, orang-orang yang bakhil atau bahkan ada anjingnya, malaikat tidak senang.

Ada yang mengatakan, para ulama, bahwa memelihara anjing untuk kepentingan yang baik tidak apa-apa. Karena ada juga anjing yang pintar menolong, seperti anjing polisi untuk melacak. Itu dari jarak jauh sudah tercium oleh anjing, umpamanya ada orang minum minuman, narkoba, dari jarak beberapa ratus meter sudah tercium oleh anjng. Manusia tidak bisa. Kalau dipakai untuk hal demikian tidak masalah.

Malaikat juga begitu, kalau membaca Al-Qur’an tanpa bersuara sudah senang, tapi kesenangannya tidak seberapa. Tapi kalau sudah mendengar suara bacaan Al-Qur’an, malaikat akan langsung mendekat.

Juga dalam kisah mengenai perang Badar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Wahai orang-orang Islam, ingatlah nikmat Allah ketika kamu berperang dulu, di perang Badar, jumlah umat Islam hanya 300. Musuhnya, orang-orang Quraisy yang kafir, musyrik, memusuhi Islam berjumlah 1000. Umat Islam hanya sepertiga.

Kemudian Allah menurunkan juru tentara yang tidak kamu ketahui. Jumlahnya, dalam Al-Qur’an disebut sampai khamsata alf (lima ribu) jumlah malaikat yang turun untuk membantu perang Badar. Yang tidak diketahui oleh orang-orang Islam.

Jadi, mungkin, pondok mendapat bantuan atau uang dari pemerintah setiap tahun sekian-sekian ada malaikat-malaikat yang membantu, tapi tidak kita ketahui, yang jelas Allah.

Malaikat selalu dikirim oleh Allah untuk kebaikan, sebagaimana dalam Al-Qur’an:

وَالْمُرْسَلٰتِ عُرْفًاۙ

Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan,

Saya pernah menulis puisi kemudian saya baca di Gontor, di lapangan, ribuan orang yang mendengarkan, ada 4000 lebih. Waktu peringatan ke-90 tahun Gontor, saya menulis, waktu itu ada Emha Ainun Najib, penyair besar di Jawa Tengah, kemudian beliau membaca puisi saya.

Sekiranya demikian penggalannya, Berduyun-duyun malaikat mengerumuni kalian Karena apa? Karena selalu berbuat baik. Anak-anak, santri-santri, mulai dari sebelum Subuh sudah bangun semuanya menunggu salat berjemaah.

Kemudian ber-muhadasah bahasa Arab dan Inggris. Terus begitu sampai masuk ke dalam kelas dengan disiplin. Ada yang membersihkan kamar, masjid, siang dan malam terus begitu, mengamalkan kebaikan.

Malaikat akan mengerumuni kalian. Sehingga kalian banyak mendapat berkah dari Allah. Kelak banyak anak-anak yang setelah lulus menjadi orang-orang yang sukses dan bermanfaat di masyarakat. Ratusan, ribuan yang menjadi tokoh masyarakat, pemimpin-pemimpin organisasi, bahkan di ranah pemerintahan, baik daerah maupun pusat, menjadi orang-orang kaya atau pengusaha-pengusaha kaya.

Juga demikian, anak-anak bukan hanya banyak bercita-cita saja, tapi harus kita yakini dan berusaha mewujudkannya. Inilah iman kepada malaikat. Kita harus mengenal juga bahwa meskipun tidak ada dalam rukun iman, yaitu pecaya adanya jin dan setan, sebagai makhluk lawannya malaikat.

Karena dalam Al-Qur’an banyak diterangkan tentang jin, setan dan malaikat. Allah berturut-turut meneyebutkan jin dan manusia. Sering kali kalau Allah menyebut manusia dan jin, jin itu lebih banyak yang berbuat buruk. Jin yang selalu berbuat buruk bernama setan atau iblis. Itu temasuk ke dalam jenis jin.

Ini perlu kita percaya akan adanya jin dan setan, supaya kita menghindar. Kemudian jin, setan dan malaikat memang kadang-kadang bisa menjelma dan nampak. Kalau malaikat selalu belajar yang baik, membantu orang. Kalau jin nampak wajahnya terlihat, ada yang namanya Genderuwo, wajahnya menakutkan.

Kalau anak kecil tuyul dan seterusnya. Ada Glundung Pringis yang nampak kepala saja sambil tersenyum meringis seperti kepala manusia glundung-glundung. Ada bermacam-macam sebutan, sampai Nyai Roro Kidul dan seterusnya. Ada yang sebutannya babi ngepet. Semuanya adalah jin dan setan yang kebanyakan menemani manusia untuk berbuat buruk.

Umpamanya orang yang ingin kaya, tapi dengan mencuri. Siapa yang mencuri? Babinya. Berarti kita meminta tolong jin, tuyul, babi ngepet dan seterusnya. Dalam Islam, argumen Al-Qur’an perlu kita percayai adanya untuk selalu menyemangati kita untuk berbuat baik.

Kalau kita bejuang, mencari ilmu, rezeki yang halal, akan ditemani oleh malaikat sesuai dengan kemampuannya. Karena tidak mempunyai jasad, malaikat sering membantu dengan tidak kelihatan dan tidak terasa oleh kita.

Seperti 300 tentara Islam dibantu 5000 malaikat itu tidak terasa (dalam kisah perang Badar).

بَلٰٓى ۙاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُسَوِّمِيْنَ

“Ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

Kalau manusia terasa, kelihatan. Demikianlah, kita terus-menerus mengimani al-iimanu bi al-malaa’ikah (termasuk rukun iman yang kedua). Supaya kita terus-menerus berbuat baik dalam segala hal dan di setiap waktu. Demikianlah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *