MENCARI ILMU BAGIAN DARI JIHAD DI SABILILLAH #2

(Disadur dari Kuliah Subuh Kiai Dawam Saleh: Bagian Dua)

Sabtu, 31 Juli 2021/21 Zulhijah 1442

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ:

Berbahagialah anak-anak yang sekarang di pondok, karena orangtuamu bisa membiayai. Sehingga anak-anak bisa mencari ilmu. Di dalam hadis-hadis Rasulullah Saw. banyak sekali diterangkan perihal keutamaan orang yang mencari ilmu. Yang pertama, apabila kita mencari ilmu berarti kita sudah tidak berdosa, oleh sebab kita sudah melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu untuk mencari ilmu. Jadi mencari ilmu wajib, apabila tidak dilaksanakan berdosa. Kemudian hadis yang kedua, barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah Swt. akan memudahkan ia yang mencari ilmu untuk masuk surga. Kemudian yang ketiga, barang siapa yang di tengah perjalanan mencari ilmu kemudian meninggal atau wafat, termasuk mati syahid. Yang keempat, bahwasanya malaikat-malaikat itu senang sekali, sampai berhenti, tidak terbang-terbang dan meletakkan sayap mereka, karena saking rida/senangnya melihat orang-orang yang mencari ilmu. Dan mereka mendoakan kita, bahkan yang mendoakan kita bukan malaikat saja, tetapi juga ikan-ikan yang besar, ikan paus, mendoakan kita. Wallahu a‘lam. Sampai hewan-hewan turut senang melihat orang yang mencari ilmu.

Ilmu apa yang dimaksud? Ilmu agama yang pokok kemudian ilmu umum secara dasar. Ilmu agama yang dasar. Apabila mendalaminya, kelak kita menjadi fukaha (ahli ilmu agama). Kemudian apabila kita mencari ilmu IPA/IPS sampai mendalam, ilmu agama dasar harus tetap dimiliki, meskipun tidak menjadi fukaha, tetapi tetap harus mempunyai ilmu agama dasar. Ilmu agama dasar bisa salat lima waktu, mengerti rukun iman, rukun Islam, kemudian bisa membaca Al-Quran. Jadi jangan sampai kelak, andai kata kamu mencari ilmu IPA/IPS, hingga menjadi ahli, doktor, insinyur, gelar S2/S3 dalam ilmu-ilmu IPS umpamanya, tetapi meninggalkan ilmu dasar agama. Jangan sampai meningggalkan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, mendengar pengajian-pengajian dari para mubalig. Oleh karena itu, apabila esok mempelajari ilmu umum sampai meninggalkan ini, berbahaya, bisa menjadi murtad. Mempunyai ilmu-ilmu umum tetapi meninggalkan salat lima waktu, kelak akan menjadikan apa? Hidup kita sengsara lagi. Apabila kita menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin yang merusak, tujuan hidup kita akan keliru, hanya mencari dunia—jabatan dan uang—saja. Demikianlah, apabila tidak mempunyai dasar ilmu agama.

Banyak mereka, orang-orang komunis dan ateis, yang pandai. Pandai apa? Ilmu IPA/IPS. Akan tetapi hidup mereka dimaksudkan hanya untuk rakus akan dunia. Pada akhirnya mereka berbuat kejam demi mencapai tujuannya. Mereka menganggap surga itu di dunia saja. Mereka menganggap ‘the end justifies the mean[1], bahwasanya tujuan menghalalkan segala cara. Itulah yang terjadi apabila tidak mempunyai dasar ilmu agama. Inilah pentingnya kita mencari ilmu. Ilmu apa? Ilmu agama dan ilmu IPA/IPS. Apabila kita memahami dan mendalami ilmu agama, kelak akan menjadi ulama atau fukaha. Apabila kita mendalami ilmu IPA/IPS, jangan sampai meningggalkan ilmu dasar agama, yaitu rukun iman, rukun Islam, harus dilaksanakan. Jangan sampai kita tidak pernah mendengarkan pengajian-pengajian dari para mubalig. Karena dengan hal tersebut, kita terus-menerus dan sering kali diingatkan, meskipun kadang-kadang biasa saja ilmunya, tidak mendalam.

Baik, demikianlah.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


[1] ‘The end justifies the mean’ adalah frasa yang sering kali dilekatkan pada seorang filsuf Italia bernama Niccolo Machiavelli. Ia sangat disegani di Eropa pada masa Renaisans.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *