MENCARI ILMU BAGIAN DARI JIHAD DI SABILILLAH #1

(Disadur dari Kuliah Subuh Kiai Dawam Saleh: Bagian Satu)

Kamis, 29 Juli 2021/19 Zulhijah 1442

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ:

Islam mewajibkan seorang muslim untuk mencari ilmu. Di samping mewajibkannya juga memuji orang-orang yang mencari ilmu. Di dalam beberapa hadis diterangkan:

 حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Gailan, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari al-A’masyi dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menempuh perjalanan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.”Abu ‘Isa berkata hadis ini adalah hasan.[1]

Jadi siapa yang pergi dari rumahnnya, misalnya ke sekolahan-sekolahan ataupun pondok untuk mencari ilmu, bahkan ke kota atau universitas-universitas, maka Allah Swt. akan memudahkan jalannya menuju surga.

 حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ الْعَتَكِيُّ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الرَّازِيِّ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ كَانَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ فَلَمْ يَرْفَعْهُ

Telah menceritakan kepada kami Nasr bin ‘Ali, ia berkata bahwa telah menceritakan kepada kami Khalid bin Yazid al-‘Ataki dari Abu Ja‘far al-Razi dari al-Rabi‘ bin Anas dari Anas bin Malik, ia berkata Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa keluar di dalam rangka mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” Abu ‘Isa berkata bahwa hadis ini adalah hasan gharib, dan telah meriwayatkan sebagian mereka hadis ini, dan tidaklah mengangkatnya.[2]

Apabila seseorang meninggal di tengah perjalanan pencarian ilmu, maka ia mati syahid. Artinya disaksikan oleh Allah Swt. dan malaikat-Nya. Kata ‘disaksikan’ di dalam bahasa Arab adalah “شَهِيْدٌ” (yang disaksikan), bukan “شَاهِدٌ” (yang menyaksikan). Perbedaan panjang/pendek  di dalam bahasa Arab bisa menghasilkan perbedaan makna. Seperti “قَاتِلٌ” (yang membunuh), “قَتِيْلٌ” (yang dibunuh), “آسِرٌ” (yang menawan), “أَسِيْرٌ” (yang ditawan), termasuk mati syahid.

 حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ يُحَدِّثُ عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنِّي جِئْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا جِئْتُ لِحَاجَةٍ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَزِيرِ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ لَقِيتُ شَبِيبَ بْنَ شَيْبَةَ فَحَدَّثَنِي بِهِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ يَعْنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad, telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Dawud, aku telah mendengar ‘Ashim bin Raja’ bin Haiwah bercerita dari Dawud bin Jamil dari Katsir bin Qais, ia berkata bahwasanya suatu ketika aku duduk bersama Abu Darda’ dalam masjid Damaskus, kemudian seorang lelaki mendatanginya dan berkata: Wahai Abu Darda’, sesungguhnya aku mendatangimu dari kota Rasulullah Saw. untuk sebuah hadis yang sampailah kepadaku bahwa dirimu telah menceritakannya dari Rasulullah Saw. Tidaklah aku datang untuk keperluan (kecuali hal ini). Abu Darda’ berkata bahwa aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuatkan sebuah jalan dengannya dari jalan-jalan surga. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya tersebab rida terhadap penuntut ilmu. Dan sesungguhnya orang yang berilmu akan memohonkan ampunan baginya siapapun yang berada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di lautan. Dan sesungguhnya keutamaan seorang berilmu adalah seperti keutamaan bulan di malam purnama daripada seluruh bintang kemintang. Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar, tidak pula dirham. Akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, ia mendapat keberuntungan yang berlimpah.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Wazir al-Dimasqi, telah menceritakan kepada kami al-Walid, ia berkata bahwasanya aku telah berhadapan dengan Syabib bin Syaibah, kemudian ia menceritakan kepadaku dengannya dari ‘Usman bin Abu Saudah dari Abu Darda’ yaitu dari Nabi Saw. dengan makna demikian.[3]    

Malaikat menurut Al-Qur’an terbang dan memiliki sayap sebagaimana burung. Kendati demikian, sayap malaikat berbeda jumlahnya dengan burung yang terdapat dua, kanan dan kiri. Malaikat sayapnya bisa dua, tiga atau empat. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan:

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Segala puji bagi Allah Sang Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang memiliki sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.[4]

Akan tetapi, di hadis disebutkan bahwa malaikat ‘meletakkan sayap-sayapnya’, tidak terbang dan berdiam diri oleh sebab begitu ridanya melihat orang-orang yang mencari ilmu. Inilah yang diperlihatkan dalam kalimat “إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ”. Malaikat begitu senang dan mendoakan orang-orang yang sedang mencari ilmu. “وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ”, hingga ikan-ikan di laut pun mendoakan, “الْحِيتَانُ” jamak dari “حُوْتٌ”, artinya ikan di dalam air. Secara spesifik juga berarti ikan paus.

Sampai ikan-ikan besar—seperti paus—pun mendoakan, wallahu a‘lam. Pokoknya hadis yang begitu benar adanya, hingga ikan-ikan di laut ikut berdoa untuk orang-orang yang mencari ilmu, kepada kita-kita yang mencari ilmu, kepada anak-anak di sini yang mencari ilmu. Begitu hebatnya agama Islam memuji, mengharuskan orang-orang untuk mencari ilmu. Selain wajib, juga akan dimudahkan masuk ke dalam surga bagi siapa yang menempuh perjalanan atau pergi untuk mencari ilmu seperti anak-anak pergi ke pondok ini. Dan malaikat-malaikat pun senang sekali, sampai meletakkan sayapnya, saking senangnya. Kemudian yang mendoakan anak-anak bukan hanya orang tuamu saja, ternyata ikan-ikan di dalam air, sampai tingkat demikian. Istilah  “الْحِيتَانُ” jamak dari “حُوْتٌ”, yaitu ikan paus, ikan besar. Istilah lainnya adalah “عَنْبَرٌ” atau “بَالٌ” (paus). Kita tidak mengerti bagaimana persisnya, tetapi begitulah hadis menjelaskan.

Apabila kita membaca Al-Qur’an, malaikat senang sekali melihatnya, lebih-lebih sampai terdengar suaranya. Malaikat akan mendekat untuk mendengarkan Al-Qur’an yang kita baca. Kita tidak pernah mendengarkan malaikat membaca Al-Qur’an, tetapi senang sekali. Malaikat, apabila melihat manusia berbuat baik senang sekali, pun melihat rumah bersih, malaikat akan senang masuk. Apabila di dalam rumah ada seseorang membaca Al-Qur’an terus-menerus, di langit akan ada ribuat malaikat melihat rumah tersebut seperti bersinar. Akan tetapi, kalau tidak ada yang membaca Al-Qur’an di dalamnya seperti gelap.

 وَحَدَّثَنِي حَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ وَحَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ وَتَقَارَبَا فِي اللَّفْظِ قَالَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْهَادِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ خَبَّابٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ أُسَيْدَ بْنَ حُضَيْرٍ بَيْنَمَا هُوَ لَيْلَةً يَقْرَأُ فِي مِرْبَدِهِ إِذْ جَالَتْ فَرَسُهُ فَقَرَأَ ثُمَّ جَالَتْ أُخْرَى فَقَرَأَ ثُمَّ جَالَتْ أَيْضًا قَالَ أُسَيْدٌ فَخَشِيتُ أَنْ تَطَأَ يَحْيَى فَقُمْتُ إِلَيْهَا فَإِذَا مِثْلُ الظُّلَّةِ فَوْقَ رَأْسِي فِيهَا أَمْثَالُ السُّرُجِ عَرَجَتْ فِي الْجَوِّ حَتَّى مَا أَرَاهَا قَالَ فَغَدَوْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَيْنَمَا أَنَا الْبَارِحَةَ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ أَقْرَأُ فِي مِرْبَدِي إِذْ جَالَتْ فَرَسِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَقَرَأْتُ ثُمَّ جَالَتْ أَيْضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَقَرَأْتُ ثُمَّ جَالَتْ أَيْضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ابْنَ حُضَيْرٍ قَالَ فَانْصَرَفْتُ وَكَانَ يَحْيَى قَرِيبًا مِنْهَا خَشِيتُ أَنْ تَطَأَهُ فَرَأَيْتُ مِثْلَ الظُّلَّةِ فِيهَا أَمْثَالُ السُّرُجِ عَرَجَتْ فِي الْجَوِّ حَتَّى مَا أَرَاهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْمَلَائِكَةُ كَانَتْ تَسْتَمِعُ لَكَ وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَتْ يَرَاهَا النَّاسُ مَا تَسْتَتِرُ مِنْهُمْ

Dan telah menceritakan kepadaku Hasan bin ‘Ali al-Hulwaniy dan Hajjaj bin as-Sya’ir dan mereka berdua serupa di dalam penyampaian. Keduanya berkata telah menceritakan kepada kami Ya‘qub bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami ayahku, menceritakan kepada kami Yazid bin al-Hadi bahwasanya ‘Abdullah bin Khabbab, telah menceritakan kepadanya bahwasanya Abu Sa‘id al-Khudri telah menceritakan kepadanya bahwasanya Usaid bin Hudhair ketika malam hari membaca Al-Qur’an di beranda rumahnya, seketika itu juga kuda yang diikatnya berputar-putar, kemudian ia membaca dan kudanya berputar lagi, ia membaca lagi dan masih berputar juga. Ia berkata: ‘Maka aku takut kuda itu akan membangunkan Yahya, maka aku berdiri menghampiri dan melihat ke atas langit seperti awan yang menaungi. Awan itu indah berkilauan menggantung seperti lampu memenuhi ufuk, bergerak naik dengan sinar yang terang, hingga hilang dari pandangan.’ Ia berkata: Maka aku menemui Rasulullah Saw. sembari menceritakan peristiwa yang semalam telah terjadi, ‘Wahai Rasul, semalam aku membaca Al-Qur’an di beranda rumahku, dan ketika itu kudaku berputar-putar’. Kemudian Rasulullah Saw. berkata, ‘Bacalah Ibnu Hudhair’, ia berkata, ‘Aku telah membaca, tetapi kuda itupun berputar, kemudian Rasulullah Saw. berkata: ‘Bacalah Ibnu Hudhair’, ia berkata: ‘Aku telah membaca, tetapi kuda itu masih berputar’, maka Rasulullah Saw. berkata: ‘Bacalah Ibnu Hudhair’, ia berkata: ‘Kemudian aku beranjak dan Yahya tertidur di dekatku, khawatir kuda itu membangunkannya. Maka aku melihat sesuatu bagaikan awan yang menaungi, di dalamnya ada lampu yang terang, naiklah ia di udara hingga hilang dari pandanganku.’ Kemudian Rasulullah Saw. berkata: ‘Itu adalah para malaikat yang ingin mendengarkanmu membaca Al-Qur’an. Seandainya engkau teruskan, pastilah manusia bisa melihat apa yang tersembunyi dari mereka.’[5]

Apabila ada pengajian di masjid membahas perihal ilmu agama, kebaikan, keislaman dan ilmu-ilmu berkaitan dengan Al-Qur’an, maka malaikat akan mengelilingi.

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَقَ يُحَدِّثُ عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ أَنَّهُ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَحَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibn Basyar, keduanya telah berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu‘bah, ia berkata bahwasanya aku telah mendengar Abu Ishaq bercerita dari al-Aghar Abu Muslim, ia berkata bahwasanya aku bersaksi Abu Hurairah dan Abu Sa‘id al-Khudri keduanya menyaksikan Rasulullah Saw. bersabda: “Tidaklah suatu kaum duduk berzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, dan diliputi oleh rahmat, dan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di depan malaikat yang ada di sisi-Nya.” Dan telah menceritakannya kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman dan telah menceritakan kepada kami Syu‘bah dalam periwayatan ini demikian.[6]   

Malaikat berkerumun, kendatipun hal seperti ini kita tidak mengerti bagaimana persisnya, tidak pernah melihatnya. Hakikatnya di dalam hadis disebutkan malaikat berkerumun di sekitar sini, bukan setan.

Baik, demikianlah pentingnya mencari ilmu dan keistimewaan pencari ilmu. (Tim Penyadur)

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


[1] Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi Juz 5, no. 2646, hlm. 28.

[2] Ibid., no. 2647, hlm. 29.

[3] Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud Juz 3, no.3641, hlm. 317.

[4] Al-Qur’an, 35: 1.

[5] Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim Juz 1, no. 796, hlm. 549.

[6] Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim Juz 4, no. 2700, hlm. 2074.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *