Manusia dan Kecewa yang Berevolusi

Oleh Mohammad Zahid Robbani

Arah yang membawa manusia pada sendu
adalah arah paling ramai yang ia kira
Arah yang menghilangkan harap pada hal fana
 senantiasa membuatnya berevolusi
Menenggak sedikit rasa kecewa tanpa harus mati lebih cepat
Ditantangnya badai cedera atas hatinya yang tak kunjung membaik
Matanya memburu lebih Jauh,
pendengarannya yang tuli atas pendapat
Tiba-tiba menjadi bijak dalam semalam
Candala lahir atas komitmen yang tidak pernah sesuai prediksi
Waktu membuatnya terdesak, merubah mengganti yang fana
Ia merevisi senyum tipisnya lebih pahit dan berdarah
Menutup selambu pikirannya atas apa-dan mengapa yang asing
Manusia yang rendah hati terbang paling tinggi
Utopia alam semesta tak pernah persisten
Imajinasi sopan santun tak juga konsisten
Untuk waktu yang singkat dan pemahan yang dinamis
Membunuh adalah pilihan yang disesali kemudian

Selasa, 8 Maret 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *