ISLAM HARUS MENJADI TERORIS

Oleh : Faiq Elmeida

(Santri Pondok Pesantren Al Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur)

Islam merupakan agama yang mengajarkan ketauhidan, perdamaian, dan toleransi. Islam sendiri berasal dari akar salam yang memiliki arti damai atau berserah diri. Ajaran Islam mengatur pola hidup yang indahdan menegakkan keadilan hukum syarat yang berlandas pada Al Qur’an dan As Sunnah. Meskipun dua asas pedoman islam telah menjamin perdamaian antar umat beragama, kebencian non-muslim terhadap umat islam belum juga dapat dipadamkan. Mereka (orang yang membenci Islam) mencoba menciptakan virus propaganda untuk menginfeksi tatanan islam yang mulia. Virus tersebut telah disebarkan sejak zaman Rasulullah hingga terus dikembangkan pada era digital sekarang.

Maka tidak heran, jika banyak orang barat yang menganggap bahwa agama Islam disebarkan dengan cara kekerasan. Mereka menggambarkan islam sebagai agama para teroris yang tidak berperikemanusiaan dan penyebab kehancuran dunia. Akan tetapi, argument tersebut merupakan pemikiran kosong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Andai saja penggambaran tersebut merupakan realistis dunia ini. Kaum muslimin tidak akan segan menghancurkan gereja-gereja dan kuil yang tersebar di penjuru dunia. Kaum muslimin tidak akan canggung menjatuhkan bom nuklir di negara-negara yang tidak berdaulah islami. Apabila benar, agama islam disebarkan dengan kekerasan, tentu orang muslim tidak akan membiarkan Kristen koptik singgah di tanah Arab. Meskipun umat islam, telah berkuasa selama 1400 tahun. Terdapat 14 juta Arab yang memeluk Kristen koptik selama ratusan generasi hingga saat ini. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kaum muslimin sangat bortelansi dengan Kristen koptik di bumi arab.

Akan tetapi, propaganda palsu bertebaran di media-media barat. Propaganda yang menjatuhkan citra martabat islam. Salah satu contoh relevan adalah kampanye anti-muslim di Amerika menyusul peledakan Oklohama pada 19 April 1995, ketika itu pers cepat-cepat menyatakan bahwa konspirasi timur tengah berada di balik serangan itu.

Belakangan diketahui bahwa biang keladi adalah pasukan bersenjata Amerika. Peristiwa serupa sedang terjadi pada tahun ini. Dimana presiden Amerika –Donal Trump- memproklamasikan aksi anti teroris di depan publik. Trump menganggap bahwa umat islam sebagai pelaku terror terbesar di negara paman sam. Sehingga ia memusnahkan masjid-masjid di Amerika. Ia mengirimkan pasukan militer ke negara timur tengah yang dipercayai sebagai sumber beredarnya teroris, untuk mengebom rakyat sipil yang tidak memiliki urusan dengannya. Sebenarnya, Trump telah mendustai omonganya di depan umum tanpa ia sadari. Dalam pidatonya, ia berjanji akan mengentaskan teroris dari tanah Amerika hingga ke akarnya. Namun faktanya, angka kejahatan seksual di Amerika terus mengalami peningkatan. Menurut penelitian pusat pengawasan penyakit (EDC) menatakan bahwa kasus pemerkosaan dialami lebih dari 24 orang dalam 1 menit. Namun, pemerkosaan yang hanya dilaporkan saja sudah mencapai 12 juta. Bayangkan saja jika seluruh kasus pemerkosaan di laporkan ke FBI, jika dalam satu menitnya saja terdapat 24 orang yang mengalami kasus pemerkosaan, maka untuk mengetahui angka pemerkosaan dalam satu hari harus mengalikan angka 60 dengan angka 24, lalu jumlahnya dikalikan dengan angka 24. Berdasarkan perhitungan tersebut, akan didapati jumlah yang fantastisyaitu 3.456 orang melakukan pemerkosaan setiap hari.

            Apabila cita-cita rakyat Amerika ingin menumpas teroris. Seharusnya, mereka tidak perlu mengirim angkatan militer ke bumi Timur Tengah. Sebab, para teroris besar sedang berkeliaran bebas di Amerika. Setidaknya, mereka tak payah meluncurkan bom ke negara-negara Islam, karena pada sejatinya kaum Zionis-lah pelaku aksi terror dibalik layar hitam. Mereka itulah penyulut api kekerasan dan pertikaian di tengah-tengah  kaum muslimin. Seolah-olah umat islam yang menjadi actor dari kasus teror. Merekalah (zionis) para perampok warga palestina. Mereka telah merampas hak-hak orang muslim ditanah kelahirannya sendiri. Mereka melakukan aksi pemboikotan wilayah, meledakkan bom ke camp-camp rakyat yang tidak berdaya, dan pembantaian anak-anak yang tak berdosa secara brutal. Sungguh tidaklah adil jika media-media memajang kaum muslimin yang terdzolimi sebagai biang kejahatan di dunia. Sedangkan zionis dan para pengikutnya yang tak berperikemanusiaan dibiarkan bebas berkeliaran dimana-mana. Bahkan diberi perlindungan oleh Amerika.

Rupanya, orang non-muslim masih juga belum puas dengan penindasan umat islam di palestina oleh bani israil. Seolah-olah mereka ingin semua umat islam takluk dalam genggamannya. Seperti peristiwa tragedi di Burma pada tahun ini. Jutaan kaum muslimin terbantai habis oleh umat Budha yang biadab. Bagaikan membasmi semut di batang pohon. Mereka menyulutkan api yang membara ke seluruh tubuh muslim tanpa ampun. Jeritan korban yang mengadu kesakitan, dibiarkan lenyap terbawa angin lalu lalang tak peduli. Serta pemberantasan yang membabi buta bagi orang yang mendirikan sholat. Bahkan ada beberapa orang yang dibunuh secara keji ketika militer Myanmar mengetahui mereka sedang sholat berjama’ah di rumput gajah. Lantas, dimana letak keadilan dunia? Apa fungsi didirikannya perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ?. Anehnya, dalam pertemuan PBB kemarin, peristiwa tragedi Burma tidak dibahas oleh Donal Trump.

Selain itu, banyak media yang menjelek-jelekkan islam. Media terus-menerus menyiarkan dan memuat Informasi yang merugikan Islam. Mereka menyampaikan informasi yang menyesatkan tentang Islam. Mereka salah mengutip tentang islam atau mencuatkan suatu poin secara tidak proposional. Sebagai contoh apabila ada seorang muslim lansia menikahi seorang gadis muda dengan persetujuannya sendiri, ini menjadi berita utama surat kabar. Tetapi, jika ada surat kabar non muslim memperkosa gadis 6 tahun, mungkin diberitakan di halaman tengah sebagai berita singkat. Setiap hari, di Amerika rata-rata terjadi 2.712 kasus pemerkosaan, tetapi tidak menjadi berita sebab itu sudah menjadi cara hidup bagi orang Amerika. Juga, jika ada kasus peledakan bom dimanapun. Pasti umat islam yang dituduh sebagai pelaku. Meskipun mereka tidak membawa bukti yang jelas. Berita ini kemudian menjadi headline media massa cetak. Namun ketika terbukti bahwa pelakunya non-muslim, berita tersebut kemudian dianggap sebagai berita yang tidak penting.

Dari berbagai realitas diatas, kebencian orang barat terhadap islam 80% muncul ketika mendengar informasi yang menyesatkan tentang Islam, dan 20% sisanya disebabkan oleh kesalahpahaman terhadap ajaran Islam. Sehingga, jika kita mencolokkan diri sebagai seorang muslim ketika kasus pengeboman terjadi, orang yang tidak suka terhadap islam akan menganggap kita sebagai pelaku teroris.

Memang benar muslim adalah teroris, dan sudah seharusnya seorang muslim sejati menjadi teroris. Teroris adalah orang yang mendatangkan aksi teror. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sendiri teroris memiliki arti sekelompok orang atau individu yang membawa tindak ketakutan. Ketika seorang perampok melihat polisi, ia akan merasa ketakutan. Polisi adalah teroris bagi kelompok anti-sosial seperti kelompok, pembunuh, dan pemerkosa. Setiap kali melihat muslim unsur-unsur anti sosial seperti itu seharusnya ketakutan. Tetapi seorang muslim harus menjadi teroris bagi sekelompok anti social. Dan bukan bagi kebanyakan orang yang tidak bersalah seperti halnya para pejuang Indonesia pada masa kolonialisme. Orang-orang belanda menganggap para pejuang Indonesia sebagai pemberontak yang ingin menjatuhkan posisi kekuasaanya. Akan tetapi, mereka adalah pahlawan bagi rakyat Indonesia.

Jadilah label yang berbeda ditempatkan pada satu orang yang sama dan pada satu tindakan yang sama. Ada yang mengatakan mereka adalah pemberontak, sementara mereka yang menganggap koloni belanda tidak berhak menguasai tanah nusantara menyebut sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional. Oleh karena itu sangat penting sekali menilai seseorang secara adil sebelum memberi vonis kepadanya. Argument kedua belak pihak harus didengarkan, dipertimbangkan secara mantap, dan alasan serta niat orang yang bersangkutan harus diperhitungkan.

Meskipun kaum barat dikenal sebagai komunitas pembenci Islam terdapat fakta menarik dibalik efek samping virus propaganda kaum israil. Menurut hasil pool (2012) di Amerika, diketahui sekitar 200.000 orang setiap tahunnya pindah dari agama Kristen ke agama Islam. Juga menurut sebuah studi oleh Faith Matrs  (2011) di Inggris, bahwa dalam 10 tahun terakhir diperkirakan jumlah orang inggris yang pindah dari agama lain (Kristen) menjadi pemeluk agama Islam sebanyak 5000 orang setiap tahun. Terkait dengan perkembangan islam yang cepat ini, menurut CNN, pemeluk Kristen semakin tidak meyakini kebenaran agama mereka. Sebaliknya pemeluk islam, keyakinan terhadap kebenaran agama mereka semakin meningkat . Bahkan, menurut beberapa laporan, Agama Islam terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Sehingga agama islam menjadi agama mayoritas dunia pada saat ini. Dalam data UN  (2012) , sejak tahun 1989 sampai tahun 2012, perkembangan jumlah islam terus mengalami perkembangan. Dan yang tercepat terjadi di Australia dan Oceania/ Pasifi 257,01%, kemudian berturut-turut diikuti oleh Eropa 142,35%, Amerika 25%, Asia 12,57%, Afrika 2,15% dan Amerika latin 4,73%.

Perkembangan islam yang sangat cepat ini disebabkan oleh dua faktor penting. Faktor pertama, oleh tingkat kelahiran (fertility rate) yang tinggi di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Faktor kedua, oleh jumlah orang-orang yang pindah (convention) dari agama lain ke agama islam yang juga tinggi terutama di Amerika, Eropa, dan Australia dan 20 tahun terakhir.

 Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama islam merupakan agama popularitas dunia, serta agama yang patut dijunjung tinggi atas kebenarannya. Kebenaran islam bersifat mutlak dan tidak dapat dirubah kemutlakannya. Walau banyak dari ahli kitab yang ingin merubah dan merusak isi Al-Quran dari generasi ke generasi seperti yang mereka lakukan pada kitab-kitab dan agama sebelum islam. Tetapi Allah selalu menjaga dan memelihara Al-Quran, sehingga mereka (Ahli Kitab) tidak pernah berhasil dalam percobannya. Meski banyak orang yang membenci islam berupaya memfitnah dan mengadu domba umat muslim dengan umat lainnya. Keteguhan hati kaum muslimin justru semakin meningkat dan jumlah para muallaf dari tahun ke tahun kian semakin bertambah. Inilah keunggulan agama islam dari agama-agama lain. Umat islam adalah umat terbaik secara keseluruhan. Kaum muslimin adalah bukan kaum peminum alkohol terbesar di dunia. Tidak ada kaum atau komunitas secara keseluruhan di dunia ini yang bisa menunjukkan secercah sinar saja kepada kaum muslimin menyangkut kehormatan, kesadaran, nilai-nilai kemanusiaan, dan etika.

Sebagai seorang muslim, tugas kita adalah berdakwah dan senantiasa mampu menahan syubhat yang disamarkan oleh musuh. Agar kefitrahan umat muslim masih dapat dibuktikan di tengah-tengah fitnah musuh islam.

Semoga dengan tulisan ini dapat memberikan manfaat serta hidayah kepada umat manusia atas kehendak Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dari kesesatan dunia fana, serta melindungi kaum muslimin dimanapun berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *