Hari Sampah: Memantik Kembali Gairah Peduli Kebersihan Lingkungan

Hari peduli sampah tercipta pada 21 Februari 2005, tepatnya pasca terjadinya tanah longsor di TPA Ceuwi Gajah yang ada di Bandung pada tahun 2005 yang menewaskan hingga ratusan jiwa. Kenapa disebut hari peduli sampah? Yaitu karena saat pasca tanah longsor banyak sampah-sampah yang berserakan, sehimgga para warga memprovokasi warga lain agar memungut sampah yang berceceran dimana-mana, kemudian terciptalah hari peduli sampah (21 Februari). Hari peduli sampah memiliki beberapa manfaat, yang dua diantaranya adalah dapat meningkatkan kebersihan lingkungan, kemudian menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.

                Pondok pesantren Al-Ishlah pun turut ikut serta dalam meramaikan peringatan hari peduli sampah. Khususnya digolongan santri putra. Santri putra setiap tahunnya pasti melaksanakan peringatan hari peduli sampah ini. Pondok pesantren Al-Ishlah bisa melakukan kerja bakti disekitar area pondok dalam memperingati hari peduli sampah. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahwa kerja bakti dibagi menjadi per ankatan.”Kerja bakti kali ini dibagi per angkatan untuk membersihkan bagian-bagian lingkungan pondok .”tutur Jujur Anggit selaku ketua bagian kebersihan mungkin perlu diketahui pula,dalam kegiatan ini Tsaqib Rusydan sebagai ketua panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan ini .’’Di kerja bakti biasa hanya tempat sekitar area asrama putra,tapi kalau hari sampah menyeluruh keseluruhan bagian darai pondok seperti SMP, MA, bahkan Wisma ‘’ungkap ketua panitia kegiatan tersebut.

               Adapun  kegiatan ini tidak dilaksanakan pada hari peduli sampah tersebut, melainkan dialihkan ke hari Jumat, 25 Februari 2022, untuk mengganti kerja bakti rutin mingguan, juga agar tidak mengganggu KBM (Kegiatn Belaja Mengajar).”Saya harap bisa menambah pengalan, kebersihan, semangat dalam kebersihan, dan menciptakan GO GREEN GO HEALTH.”harap anak yang akrab dipanggil sueb itu. Dari pembagian tempat dalam kerja bakti hari peduli sampah pastinya ada maksud dalam hal itu, berikut uraiannya:

1 SMP (STIQSI)                                                                  :Karena kesemangatan kelas 1 SMP masih meluap-     luap, juga keadaan STIQSI yang sangat kotor.

2 SMP (MM&Sekitar masjid)                                       :Karena kesemangatan waktu kelas 1 SMP masih                melekat pada diri mereka.

3 SMP (Gerbang utama & Lingkungan SMP)          :Memberikan kesan terakhir sebelum kelulusan.

1 MA (Gedung MA)                                                         :Agar lebih mengetahui seluk beluk sekolah mereka.

2 MA (Wisma & POSKES)                                              :Karena sudah tau mana yang lebih harus dibersihkan.

Itu tadi sekilas tentang pembagian tempat dalam kerja bakti hari peduli sampa. Dan kemudian kegiatan diakhiri dengan sesi foto per angkatan.                                                                                                                                                                                                                                        

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *