Dilema Pelajar: Antara ujian dan belajar

Oleh M. Afiruddin

Pelajar tidak hanya sekedar menyimak guru ketika menjelaskan tetapi juga melaksanakan ujian. Ujian menjadi rutinitas bagi setiap pelajar untuk melihat tolak ukur kemampuan pelajar tersebut sampai mana dia memahami pelajaran yang disampaikan oleh gurunya.

Banyak dari pelajar merasa bahwa ujian adalah hal yang menakutkan meskipun tidak menolak ada yang menganggap ujian itu bodo amat. Apalagi di era pandemi kali ini, banyak juga pelajar yang stress bahkan hingga bunuh diri akibat tugas yang tak berkesudahan.

Pelajar serius vs Pelajar bodo amat

Bagi yang menganggap ujian adalah suatu hal yang menakutkan, ujian dirasa akan membawa dampak signifikan bagi masa depannya kelak. di sisi lain bagi yang menganggap ujian itu adalah suatu hal yang bodo amat, mereka akan cenderung abai dan beralasan dengan quote  utamanya “kesuksesan tidak hanya ditentukan dari bangku sekolah.” memang quote ini tidak salah sepenuhnya namun perlu dicermati lagi mereka yang sukses tidak semudah membalik telapak tangan walau mereka gagal di sekolah.

Biasanya pelajar yang aware dengan ujian akan mempersiapkan segala sesuatunya guna menghadapi ujian dengan sungguh-sungguh. pelajar yang serius ini memang berbeda jika dibandingkan dengan yang lain, pelajar yang satu ini akan belajar jauh-jauh hari sebelum ujian berlangsung.

Berbeda dengan pelajar yang lain, pelajar yang bodo amat, mereka akan tetap abai atau hanya berpura-pura belajar ketika ujian sudah di depan mata. jadi, belajarnya tidak ada niatan untuk bisa sama sekali. jika diteruskan seperti ini, mau jadi apa negara ini, jika para pemudanya dalam “belajar” saja masih malas-malasan?

jika kita menengok sebentar pepatah mengenai belajar, belajar atau menuntut ilmu itu dimulai sejak dari buaian ibu sampai masuk ke liang lahat. belajar adalah suatu proses yang berlangsung secara terus-menerus dalam kehidupan. karena ilmu itu sangat luas. Nah, ketika kita belajar hanya untuk ujian saja, maka sudah bisa dipastikan ilmu yang dipelajarinya tidak akan bertahan lama di kepala, karena belajarnya hanya dilakukan ketika ujian sudah di depan mata, secara otomatis setelahnya sudah hilang, tanpa ada bekas sama sekali.

Ujian bukanlah segalanya

Ujian bukanlah segalanya, namun dari ujian seorang pelajar bisa tahu hasil dari belajarnya. bagaimanakah proses belajarnya? apakah dia sungguh-sungguh atau hanya gurauan semata? karena hanya dengan ujian seorang pelajar bisa mengetahui hasil proses belajarnya di sekolah. ujian bukan untuk menakut-nakuti sebaliknya ujian adalah alat untuk evaluasi diri, sudah sampai mana pelajar tersebut memahami apa yang diajarkan dari sekolah.

Belajar memang membutuhkan waktu yang tidak singkat, butuh waktu berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, demi sekedar memahami sebagian ilmu yang tersebar luas di alam semesta ini. Lantas begitu masih bisa sombong, oh my god, that’s so bad. padahal belajar bertahun-tahun saja belum tentu segala ilmu dapat dikuasainya apalagi yang belajar hanya dalam hitungan jari. Oleh karena itu, belajar untuk ujian rasanya kurang pas meskipun dia mungkin mendapatkan nilai bagus namun perlu di garis bawahi bahwa yang demikian itu kurang baik karena yang instan-instan saja tidak dianjurkan bagi makanan apalagi ilmu pengetahuan.

Makna Belajar

Belajar akan menjadi baik manakala belajar itu tidak hanya terfokus pada ujian, tetapi sudah seharusnya seorang pelajar berpikir bagaimana dengan belajar itu dia bisa memproduksi kesadaran dalam berkehidupan.

Mengingat suatu teori dari filsuf terkenal, emanuel kant tentang cara memperoleh pengetahuan. pengetahuan itu bukan hanya sebagai pure reason atau hanya sebatas mengetahui teorinya saja tanpa ada tindakan maupun practical reason atau pengetahuan itu diketahui baik secara teori dan praktik sekaligus bertindak dengan akalnya. tapi lebih jauh lagi, menggabungkan keduannya menjadi pure practical reason. Jadi, pengetahuan itu tidak digerakan oleh nalar tapi kehendak baik untuk melakukan tindakan yang bukan hanya sekedar tindakan. Sehingga tindakan tersebut dapat melahirkan refleksi kesadaran bagi kehidupannya dan membuat hidup menjadi lebih bermakna. makna kehidupan yang lebih luas dari soal materi melulu.

Belajar memang melelahkan tapi dengan belajar seseorang akan sadar betapa bodohnya dirinya. Sebagaimana perkataan imam syafi’i “jika kamu tidak tahan lelahnya belajar maka kamu harus tahan dengan lelahnya kebodohan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *