Di Balik Waktu yang Sibuk

Jejakmu kutelusuri dalam kabut gelap

Gelap menyembunyikan cahaya itu dibalik bulan

Jejakmu kutelusuri di kandang cakrawala

Tidak kutemukan kau

Hanya burung-burung rindu setengah tua berhenti berkelana

Jejakmu kutelusuri dalam sepi

Tapi sunyi terlalu berisik

 Ia muntap memarahi

 Katanya aku hanya menambah kesedihan

Jika waktu belum mampu mengulang harap,

Kutitipkan salam pada ombak yang tak berhenti menguap

Terbang menuju pangkuannya

Hai senyum, taukah kau

Manusia yang sudah terbiasa dengan bahagia

Kadang ia sengaja terluka

Terjun bebas ke dasar lautan duka

Untuk memastikan apakah hatinya masih ada

Kalau kau temukan kedamaian dilorong sepimu,

 Usir aku dari cahayamu

Aku tau mencintai putih adalah hitam yang paling pekat,

 Dengan segenap keberanian yang kosong

Hampa datang menyambut tangan bimbangnya

Antara sadar dan terbuai luka,

borok lupa menganga, sembuhnya, meninggalkan ketenangan.

Aku ingin menerjang badai keraguan,

Tapi basah penyesalan,  angin terlalu lemah menerbangkan doa,

 mengabulkan hitam, bahwa ia yang terindah.

20 Maret 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *