“Cerita Pondok Pesantren adalah Cerita Manusia…”

Kunjungan utusan Pondok Pesantren Tahfidz Bahrusysyifa Lumajang ke Pondok Pesantren Al-Ishlah (Sabtu, 2 Sya’ban 1443)

Senyuman mengembang dari gurat wajah KH. Drs. Muhammad Dawam Soleh sebab pagi ini tepat 09.00 WIB pagi Pondok Pesantren Al-Ishlah kedatangan tamu yang merupakan utusan dari Pondok Pesantren Tahfidz Bahrusysyifa Lumajang, ada sekitar delapan orang yang bertandang bukan tanpa maksud dan tujuan –selain sowan mereka juga ingin belajar langsung dari Kyai Dawam mengenai pilar-pilar kepondokan Al-Ishlah yang dipegang teguh oleh Kyai Dawam Soleh selama berkhidmat kepada umat dengan mendirikan Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Kyai Dawam menyampaikan bahwa nilai-nilai pondok Pesantren berafiliasi dengan nilai-nilai Pondok Pesantren Darussalam Gontor tetapi memiliki sedikit Perbedaan yaitu; selain Keikhlasan, Kesederhanaan, Mandiri, Ukhuwah Islamiyah serta Kebebasan Pondok Pesantren Al-Ishlah lebih menspesifikasi arti kebebasan menjadi Kebebasan berdasarkan syariat Islam, sebab arti kebebasan yang secara konteks merupakan nilai yang terbentuk dengan konteks sosial bangsa Indonesia yang masih terjajah oleh belanda maupun jepang, namun belakangan dimaknai berbeda dan tercerabut dari akarnya menjadi peng-agungan kebebasan berfikir tanpa dasar agama Islam yang murni.

Kyai Dawam juga menjelaskan bahwa nilai-nilai ini secara praktis dapat diimplementasikan dengan lima Pondasi Pergerakan yang menjadi intisari keberhasilan Pondok Pesantren Al-Ishlah secara umum:

  • Aktif berbahas arab dan inggris
  • Keseimbangan Ilmu agama dan umum
  • Disiplin Waktu juga berbusana
  • Mengaktifkan kegiatan Ekstrakulikuler
  • Penerapan dan Penanaman Nilai-nilai Kepondokan
Sudah menjadi kebiasaan Kyai Dawam mengantarkan Tamu-tamunya sampai depan Rumah beliau

Terakhir Kyai Dawam memberi pesan, “Cerita Pondok Pesantren bukan cerita tentang megahnya bangunan tetapi cerita tentang sekelompok manusia yang benar-benar ikhlas mengabdi, semangat mengajar dan tertib administrasi sehingga nafas Pondok Pesantren tidak hanya sampai pada ranah duniawi tetapi juga perjalanan setelahnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *