Aralish VS Smansi : Melanglang Buana sampai Kota Semen

SINGA BERBURU MANGSA

  Didalam mobil elf berwarna biru itu, segerombolan anak basket menyibak panasnya siang. Dengan tekad kuat walau harus mengeluarkan uang senilai Rp.32,000 mereka berjuang dengan membawa nama MA Al-Ishlah dan nama Aralish

  Ahad, 13 Februari 2022 tim basket Aralish kembali menantang tim lain diluar sana dalam pertandingan bergengsi itu para angggota Aralish hanya membawa 11 peleton dikarenakan ukuran mobil yang minimalis

Dibawah terik matahari yang membakar kulit, Paulus DKK melakukan ekspansi wilayah kemenangan tim basket Aralish. Pada sekitar pukul 14.30, Aralish sampai dikandang tim SMANSI (SMAN 1 Sidayu), awalnya para pemain kecewa dengan ekspektasi mereka. Mereka ber-ekspektasi bahwa lapangan yang “Katanya” seperti lapangan GOR itu memang benar-benar ada.

“Kukira GOR ternyata batagor” Ucap salah seorang pemain, namun, semua hambatan dan angan-angan yang seakan menguap karena terik matahari itu tidak membuat semangat tim Aralish luntur. Seusai shalat ashar tim Aralish melakukan stretching selama kurang lebih 10 menit. Dimenit awal permainan tim Aralish bermain dengan ganas, diawali dengan masuknya Zidan al-ariz(center),  Annas Shobari dan Gibran al-ariz(foward), Paulus Ferdinan dan Ahmad Faiz Assifuddin(guard) mereka tidak memberi ampun lawannya. Bak kerasukan ruh Kobe, Paulus Ferdinan membuahkan 7 poin pada quarter pertama permainan. Skor sementara pada penghujung quarter pertama adalah 13-3 yang sementara dimenangkan oleh tim Aralish.

Di quarter- quarter selanjutnya tim Aralish bermain semakin ganas, dentuman bola, passing sana passing sini, drible sana drible sini terus menambah poin, dan skor yang dihasilkan antara dua tim tersebut pun terlampau jauh. Aralish membawa kabar baik untuk MA Al-Ishlah dengan skor akhir 42-28, “sebenarnya mah poinnya masih banyak bukan 48, quarter keempatnya gak dihitung, kalau dihitung mah pasti banyak, parah sih” ujar kembaran Zidan al-ariz. Dan dengan kemenangan yang telak ini, sahlah sudah bahwa singa yang telah lama tidur, kini telah bangun kembali.

Redaktur : Miftah Faazi Insani Dan Hery Ahfi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *