5 Langkah Al-Ishlah Mencegah Virus nCovid19

Setelah perkara omnibus law selesai, kini Indonesia kembali menangani masalah yang serius mengenai aspek kesehatan. Benar  perkara ini di sebabkan oleh nCovid-19 atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan virus korona. Virus yang berasal dari kelelawar ini berasal dari wuhan,china tepatnya dipasar perdagangan hewan. Pada mulanya korona memang tidak bisa aktif di tubuh manusia, namun setelah mengalami beberapa muatasi akhirnya dia aktif dan menjadi parasit di tubuh manusia.

Karena sifatnya yang mudah sekali terlular, jadi virus ini dinyatakan berbahaya. Tidak tanggung-tanggung, virus yang mulai menyebar pada akhir tahun 2019 ini sudah mengakibatkan 271.629 orang terinfeksi, diantaranya 11.282 orang meninggal( 21/03). Di Indonesia sendiri sekitar 450 orang yang positif korona dan 38 yang meninggal dunia(21/03).wah ngeri juga ya guys! Tapi tenang saja teman-teman dipondok kita, sudah ada para asatidz dan ustadzat yang siap melindungi pondok kita dengan cara-cara yang memerlukan biaya lebih dari 50 JUTA RUPIAH!. Yuk simak apa saja yang dilakukan para asatidz dan ustadzat kita.

  1. Mengeluarkan Maklumat

Maklumat pondok yang berisi tentang status korona yang berbahaya  menjadi awal gerakan para asatidz dalam menindaklanjuti perkara ini. Setiap santri tidak boleh keluar dan dari luar tidak boleh masuk merupakan isi dari maklumat tersebut. Hari kunjungan putra pun harus ditunda karena khawatir para pengunjung membawa virus nCovid-19 ini. Tapi, untuk titipan uang masih diperbolehkan. Maklumat ini berlaku hingga tanggal 31 maret 2020 dan akan di perpanjang jika kondisi semakin buruk.

2. Midho’ah dan Pos Penjagaan

Seakan tidak ingin kecolongan, pos penjagaan pondok semakin diperketat. Pos penjagaan yang berada di utara masjid itu dijaga oleh para satpam dan asatidz. Setiap ada yang ingin masuk pasti akan di semprot dengan cairan disinfektan dan disuruh untuk cuci tangan sebelum masuk area pondok. Selain ini akses untuk masuk pondok hanya terdapat di gerbang itu saja, yang lainnya ditutup agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

3. Penyediaan Hand Sanitizer

Yang menjadi bahaya dari virus ini adalah penularannya yang begitu cepat yakni dengan sentuhan. Untuk mencegah itu diperlukan mencuci tangan setelah memengang benda apapaun. Pun kalau tidak ada sabun bisa dengan handsanitizer. Maka dari itu, lingkungan pondok yang mendominasi sentuhan oleh setiap santri menbuat khawatir para asatidz dan ustadzat diberi handsanitizer untuk membunuh kuman yang menempel di tangan jika tidak ada sabun dan dalam kondisi terburu-buru. Handsanitizer ini tersebar di setiap kamar, kelas santri dan tempat-tempat tertentu.

4. Penyemprotan Disinfektan

Hari ahad tanggal 22 maret 2020, penyemprotan disinfektan dilakukan disemua tempat di pondok pesantren al-ishlah. Meliputi: kelas Aliyah dan kamar santri. Hal  ini memerlukan sebanyak 20 liter cairan yang harganya kurang lebih 3 juta lho…, itu hanya untuk asrama putra. Dan ini akan dilakukan 1-2 minggu sekali.

5. Sosialisasi nCovid-19

Untuk santri putra penanganan sosialisasi ditanggung oleh ustadz Habib Chirzin. Beliau menerangkan bahwa setiap santri harus membiasakan cuci tangan setiap setelah memegang sesuatu, memakan makanan yang bergizi dan sehat. Ia juga menghimbau agar selalu waspada terhadap sentuhan dan tidak lupa untuk senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar di beri keselamatan. Selain itu, proses sosialisasi juga berbentuk banner-banner yang bertuliskan cara terhindar cari virus korona, tata cara cuci tangan yang benar sampai do’a berlindung dari virus dan penyakit yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *