SANTRIWATI AL-ISHLAH TAWARKAN BRIDGE MERDEKA SEBAGAI INOVASI RANCANG BANGUN JEMBATAN 2020

Berbagai macam motivasi mampu menjadi pendorong seorang pemuda untuk mewujudkan visi-misinya sebagai generasi penerus bangsa. Inilah yang dirasakan oleh Virna Chyrilda Arif seorang siswi kelas 12 Madrasah Aliyah Al-Ishlah yang terdorong untuk menjadi generasi penerus bangsa yang kreatif dan berani. Bersama dua temannya, Rodlotul Fikriyah dan Diah Ranita Dwi Cahyani mereka berani maju di ajang Civil Fest (Rancang Bangun Jembatan) se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh UNISLA (Univetrsitas Lamongan).

Setelah berhasil lolos pada tahap seleksi proposal, pada 12 November 2019 tim Virna berhasil menjadi salah dua finalis putri bersama tim dari Pondok Pesantren Tarbiyatut Thalabah di antara 6 finalis lainnya yang merupakan tim putra. “saya terkejut ketika melihat peserta lain yang keseluruhannya adalah laki-laki, hanya tim Al-Ishlah dan Tarbiyatut Thalabah yang putri. Hal ini sempat membuat tim saya goyah, sebab rancang bangun jembatan lebih identik diperuntukkan laki-laki bukan perempuan.” Ujar Virna. 

Akan tetapi, tim Virna berhasil membuktikan bahwasannya perempuan juga mampu merancang bangun jembatan yang kokoh dengan menggunakan stik es krim sebagai bahan dasarnya. Selain itu, perhitungan yang tepat dan akurat begitu teliti mereka terapkan dalam pembuatan jembatan dalam waktu 2,5 jam. Selain itu, mereka juga menitikberatkan pada keindahan jembatan yang dibuat untuk mendapatkan nilai tambahan dari dewan juri. Sehingga warna merah dan putih menjadi ciri khas karya rancang bangun jembatan mereka yang diberi nama Bridge Merdeka.

Akhirnya, melalui Bridge Merdeka yang terinsprasi dari jembatan Sedayu, tim Virna berhasil menawarkan inovasi rancang bangun jembatan yang inovatif untuk diterapkan di era revolusi industri 4.0 ini. Inovasi penggunaan kabel straind diyakini mampu menjadikan jembatan lebih kuat dan kokoh. Sebab, kabel straind tersebut berfungsi untuk menyalurkan beban ke pilon, kemudian disalurkan ke pondasi. Tawaran inovasi inilah yang kemudian berhasil mengantarkan tim Virna meraih gelar juara 1 dan berhasil menyingkirkan peserta putra yang sebelumnya sempat membuat mereka khawatir. (Redaktur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *