Ditaati, Bukan Ditakuti

Kehidupan di pondok sama saja dengan di rumah. Bedanya jika dirumah kita hanya menaati peraturan kedua orang tua, sedangkan di pondok kita harus taat pada peraturan yang telah di tetapkan oleh OPPI maupun ustadzah. Agar kehidupan kita sebagai seorang santri tetap disiplin juga terarah. Maka dari itu OPPI 2019 mengadakan penegasan bagi seluruh santri AL-ISHLAH yang bertepatan pada tanggal 13 Agustus 2019. Pengurus OPPI 2019 pun tak ketinggalan adanya penegasan dari para ustadzah, tepatnya sehari sebelum para santri ditegaskan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang penegasannya dikelompokkan sesuai dengan angkatan masing-masing. Yang efeknya mengakibatkan kurangnya antusias para santri sehingga penaatan penegasan peraturan tersebut menjadi kurang efektif. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah tersebut penegasan dilakukan didalam kamar masing-masing. Didalam organisasi OPPI terdapat 17 bagian yang seluruhnya harus ditaati demi kepentingan bersama. Setiap OPPI kamar dan pusat bekerja sama dalam penyampaian peraturan yang diawasi oleh musyrifah masing-masing. Tidak banyak dari peraturan tahun lalu yang diperbaharui, namun ada saja beberapa peraturan yang menuai banyak komentar dari para santri akibat kurang setuju adanya beberapa peraturan baru. Sebagian santri mungkin beranggapan peraturan dibuat hanya untuk dilanggar. Tapi tidak sepatutnya kita beranggapan seperti itu. Karena peraturan dibuat agar dapat mendisiplinkan para santri. Meskipun setiap peraturan memiliki konsekuensi tersendiri jika dilanggar. Para santri mungkin pernah melanggar peraturan, namun enggan untuk jujur dan aware atas kesalahannya sendiri karena takut akan adanya konsekuensi yang akan menimpanya. Inilah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Asatidzah dan OPPI tentu berharap dengan adanya penegasan peraturan ini, para santri dapat mematuhi peraturan pondok dan menjadi lebih disiplin juga menambah ketaatan kepada-Nya. Jadi, jangan takut ‘melanggar’ peraturan hanya karena ada hukuman dari OPPI/ustadzah, tapi takutlah peraturan Lillahi Ta’aala. Sebab itu, apabila berbuat sesuatu harus berani bertanggungjawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *